Pengawasan juga dilakukan secara berlapis.
Selain ahli gizi SPPG yang selalu siaga, tim Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polresta Samarinda turut membantu proses food security harian.
Fungsi Propam juga dilibatkan untuk memastikan standar operasional berjalan dengan baik.
“Kami benar-benar ketat mulai dari pembelian bahan mentah, penyimpanan, proses pembersihan hingga pendistribusian. Semua harus higienis,” tambahnya.
SPPG Polresta Samarinda Ulu Jawa menerapkan dua kali pengantaran MBG setiap hari, yakni pada pagi dan siang hari.
Sistem ini menyesuaikan jadwal sekolah serta menjaga kualitas makanan agar tetap segar saat diterima.
Kepala SPPG, Reynaldy Poppy Latief, mengatakan seluruh proses produksi dilakukan bertahap dan dimulai sejak dini hari.
“Pengantaran kami dua kali, pagi untuk TK, SD, dan posyandu pukul 08.00 sampai 09.00, lalu siang hari untuk SMK sekitar pukul 12.00,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelum pengantaran pagi dilakukan, dapur SPPG sudah memulai persiapan sejak pukul 02.00 dini hari.
Tahapan awal difokuskan pada penyiapan bumbu serta pembersihan bahan baku agar proses memasak berjalan cepat dan higienis.
Tag



