“Mas dari media mana? Kami minta wawancara hanya terkait agenda,” ujar Senja.
Tindakan tersebut menuai reaksi dari jurnalis lain yang juga berada di lokasi.
Seperti yang dirasakan oleh Ali selaku wartawan Katakaltim.com.
Ali mengaku ingin mengajukan pertanyaan, namun mengurungkan niatnya karena merasa diintervensi.
“Setiap kali ada kesempatan untuk bertanya, suasana selalu dibuat tidak nyaman. Ini tentu menghambat tugas kami sebagai jurnalis,” kata Ali.
- Janji Seragam Gratispol Rudy Mas’ud Tak Semua Siswa Dapat di 2025, Kadisdikbud: Boleh Pinjam Seragam Kakaknya
- MMPKT Baru Setor Rp51,9 Miliar dari Kewajiban Dividen 2024, Penjelasan Pihak Pemprov Kaltim
- Eks Dirut Garuda Ari Askhara Tak Ikut UKK Calon Direksi BUMD Kaltim, Pansel Pastikan Gugur Tanpa Toleransi
Menanggapi persoalan itu, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Kaltim, Syarifah Alawiyah, memberikan penjelasan.
Ia mengaku berada di lokasi saat kejadian berlangsung dan mengatakan bahwa Gubernur dalam kondisi kelelahan.
“Tadi saya ada juga di situ. Itu mungkin karena Bapak itu sudah capek seharian. Tidak makan, tidak sempat makan, tidak sempat salat,” kata Syarifah saat dikonfirmasi terpisah pada malam hari.
Menurutnya, Gubernur Rudy Mas’ud sebenarnya sudah memberikan sinyal agar wawancara dihentikan.
Tag



