“Itu sudah diingatkan untuk stop Bu Senja. Tapi wartawan di depan Pak Gubernur itu masih terus, sudah, sudah, masih juga dia bertanya,” ucapnya.
Ia berharap wartawan juga bisa memahami kondisi fisik pimpinan.
“Karena kan memang kalau sudah Bapak berkata, ‘sudah ya, sudah ya,’ itu mungkin adalah warning-nya Bapak untuk timnya beliau. Artinya tim beliau memang berusaha keras untuk apa yang Bapak ucapkan itu. Kalau bisa ya stop ya stop,” katanya.
Ia pun mengingatkan bahwa sesi wawancara doorstop sebaiknya mengikuti konteks kegiatan yang berlangsung.
“Memang harusnya kita wartawan pun juga harus paham. Saya tadi lihat memang itu sudah berkali-kali disuruh stop. Harusnya paham dengan kondisi pimpinan yang sudah capek seharian, belum sempat makan, salat pun juga terlambat,” lanjutnya.
Syarifah juga mengingatkan agar pertanyaan wartawan tidak keluar dari konteks.
“Apa yang ditanyakan wartawan itu harus sesuai dengan kegiatannya. Jangan di luar konteks. Ini kan kadang-kadang wartawan bertanya di luar konteks. Jadi jangan merempet ke lain. Oke kalau waktu pas lagi santai, oke lah,” pungkasnya.
(wan)
- Program Gratispol Hanya Tanggung UKT Maksimal Sesuai Pergub, Mahasiswa Unmul Harus Tutup Selisih Sendiri Jika Melebihi Batas
- Pergub Kaltim 9/2022 soal Pengelolaan Pendapatan Participating Interest 10 Persen Dicabut! Bakal Ada Regulasi Baru Kelola Migas?
- Surat Akmal Malik Bisa Sumbang Pendapatan Rp 10 Miliar Lebih ke Pemerintahan Rudy Mas'ud! Ini Soal Pajak Alat Berat
Tag




