“Dari 17 sampel beras yang kami uji di Kaltim, hanya satu merek yang benar-benar memenuhi standar premium,” jelas Heni.
Satgas Pangan mulai dari tingkat nasional, provinsi, hingga kabupaten/kota juga sudah turun langsung melakukan investigasi ke lapangan.
Di sisi lain, Erwin Setiawan, pemasok beras dari CV Sumber Pangan Kediri Surabaya, mengungkapkan adanya keterbatasan pasokan gabah serta lonjakan harga dalam tiga bulan terakhir.
“Biasanya kami bisa kirim 400 ton ke Balikpapan dan Samarinda, sekarang hanya 100 ton atau sekitar 25 persen saja,” ungkap Erwin.
Ia pun mengaku khawatir dengan aturan baru soal Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Kalau kami nekat menimbun stok besar-besaran sementara HET turun, risikonya rugi besar,” tambahnya.
Hal serupa disampaikan Felix dari CV Dermaga, distributor beras Kura-Kura Samarinda.
Ia menyebutkan stok beras di pelabuhan dan gudang saat ini hanya berkisar 250–300 ton, dengan pasokan terbesar berasal dari Jawa Timur. (adv)
Tag



