Advertorial

Diskominfo Kaltim

Soal Distribusi dan Kualitas, Rudy Mas’ud: Beras Medium Jangan Dinaikkan Jadi Premium

Jumat, 22 Agustus 2025 16:33

ILUSTRASI BERAS - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, tegaskan pelaku usaha beras tidak menghentikan pasokan ke wilayah Kaltim (Foto: Canva)

ARUSBAWAH.CO - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menegaskan agar pelaku usaha beras tidak menghentikan pasokan ke wilayah Kaltim, khususnya untuk pasar retail.

Ia menekankan distribusi harus berjalan lancar dan tetap sesuai aturan.

“Kalau berasnya medium, ya jangan dinaikkan jadi premium. Semua distributor wajib patuh pada standar yang berlaku, apalagi untuk pasar modern,” ujar Rudy dengan tegas.

Ia juga menyoroti pentingnya perbaikan kualitas beras sesuai arahan Satgas Pangan.

Menurutnya, bila beras premium belum memenuhi syarat, distributor wajib segera melengkapinya.

“Tidak usah ragu atau khawatir, insyaallah aman terkendali selama semua taat aturan,” tambahnya.

Rudy pun mengingatkan agar harga beras medium maupun premium tetap sesuai ketentuan pemerintah.

Sementara itu, Kepala DP2KUKM Kaltim, Heni Purwaningsih, menyampaikan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti kebijakan Kementerian Pertanian terkait 212 merek beras nasional yang tidak memenuhi standar premium.

“Dari 17 sampel beras yang kami uji di Kaltim, hanya satu merek yang benar-benar memenuhi standar premium,” jelas Heni.

Satgas Pangan mulai dari tingkat nasional, provinsi, hingga kabupaten/kota juga sudah turun langsung melakukan investigasi ke lapangan.

Di sisi lain, Erwin Setiawan, pemasok beras dari CV Sumber Pangan Kediri Surabaya, mengungkapkan adanya keterbatasan pasokan gabah serta lonjakan harga dalam tiga bulan terakhir.

“Biasanya kami bisa kirim 400 ton ke Balikpapan dan Samarinda, sekarang hanya 100 ton atau sekitar 25 persen saja,” ungkap Erwin.

Ia pun mengaku khawatir dengan aturan baru soal Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Kalau kami nekat menimbun stok besar-besaran sementara HET turun, risikonya rugi besar,” tambahnya.

Hal serupa disampaikan Felix dari CV Dermaga, distributor beras Kura-Kura Samarinda.

Ia menyebutkan stok beras di pelabuhan dan gudang saat ini hanya berkisar 250–300 ton, dengan pasokan terbesar berasal dari Jawa Timur. (adv)

Tag

MORE