ARUSBAWAH.CO - Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, melakukan inspeksi mendadak (sidak) bahan pokok dan barang penting (bapokting) di sejumlah titik distribusi dan pasar, dengan fokus utama memastikan ketersediaan beras menjelang Imlek, Ramadan, dan Idulfitri 1447 Hijriah, Kamis (12/02/2026).
Sidak dilakukan di toko distributor beras di Jalan Yos Sudarso, SPBU Jalan Urip Sumoharjo, Indogrosir di Jalan AW Sjahranie, pangkalan LPG 3 kilogram di Jalan Sutomo, serta Pasar Segiri.
Saefuddin menemukan adanya kekurangan stok beras di Indogrosir. Karena itu, Pemkot Samarinda meminta percepatan pengadaan agar distribusi tidak terganggu dalam waktu dekat.
“Kita minta Indogrosir secepatnya pengadaan, jangan sampai ada keterlambatan apalagi sampai direkayasa. Khusus beras harus segera dipersiapkan minggu ini,” ujarnya saat ditemui usai sidak.
Ia menjelaskan, pengiriman tambahan beras saat ini sedang dalam proses. Indogrosir telah mengajukan pasokan sekitar 60 ton guna memenuhi kebutuhan pasar.
“Pengirimannya kalau di Yos Sudarso stok masih, tapi Indogrosir pengirimannya sudah minta itu sekitar seminggu 40 sama 20 berarti 60 ton,” jelasnya.
Saefuddin menyebut, distribusi beras sempat terkendala cuaca buruk dan gelombang tinggi yang memengaruhi aktivitas pelayaran.
“Kendalanya adalah gelombang cuaca yang kurang bersahabat karena gelombang tinggi dan pelayarannya menjaga jangan sampai ada hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Biasanya satu kapal membawa tiga muatan, namun saat ini hanya satu muatan demi menjaga keselamatan.
“Tapi saya minta kepada distributor tadi untuk bagaimana caranya agar menambah kuota yang dikirim ke Kota Samarinda,” kata Saefuddin.
Meski begitu, ia memastikan tidak ada kenaikan harga. Beras-beras yang dijual di distributor masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Selain beras, orang nomor dua di Kota Samarinda itu juga mengecek harga-harga bapokting di Pasar Segiri. Ia memastikan ketersediaan sejumlah komoditas utama masih relatif aman menjelang Imlek dan Ramadan.
“Stok bapokting bawang putih, merah, cabe, ikan, ayam, daging, dalam menghadapi Imlek, puasa Ramadhan, dan lebaran Insya Allah aman. Jadi kita sudah sampaikan ke pedagang untuk terus berkomunikasi untuk mendatangkan barang dari luar jika kehabisan,” jelasnya.
Saefuddin menyebut kondisi harga bahan pokok di pasar masih relatif stabil meski terdapat fluktuasi pada sejumlah komoditas. Ia menegaskan, kenaikan yang terjadi masih dalam batas wajar dan berada di bawah HET.
“Untuk harga masih relatif aman, memang ada yang naik sedikit dan ada yang turun. Seperti bawang merah itu turun, kalau bawang putih ada yang naik, cabai juga naik sedikit tapi masih di bawah harga eceran tertinggi,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga bawang merah tercatat turun dari sebelumnya sekitar Rp50 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram.
Sementara bawang putih berada di kisaran Rp42 ribu per kilogram dan mengalami kenaikan tipis.
Adapun cabai rawit berada di harga Rp65 ribu per kilogram.
Pemkot Samarinda akan terus memantau perkembangan stok dan harga beras maupun bapokting lainnya. Operasi pasar akan digelar jika terjadi gejolak harga atau kelangkaan barang.
“Kita monitor terus perkembangan. Kalau pasar stabil, tidak perlu operasi pasar. Tapi kalau diperlukan, kita siap lakukan dalam waktu dekat,” pungkas Saefuddin.
Harga Ayam Alami Kenaikan
Salah satu pedagang ayam di Pasar Segiri, Eka, mengungkapkan harga ayam saat ini mengalami kenaikan.
Ia menyebut harga ayam kini berada di kisaran Rp65 ribu per ekor.
“Lagi mahal, sekarang Rp65 ribu per ekor,” ujarnya saat ditemui di lapak dagangannya.
Menurutnya, harga tersebut naik sekitar Rp10 ribu dari sebelumnya yang berada di kisaran Rp55 ribu per ekor. Kenaikan harga disebut berlangsung bertahap sejak November tahun lalu.
“Lumayan, soalnya hari-hari naik sih ini. Mulai bulan November kemarin,” tambahnya.
(raf)




