Arus Publik

Setiap Hari Lebih 50 Unit Tongkang Batubara Parkir Sembarangan di Sungai Mahakam, Picu Tabrakan Berulang

Sabtu, 28 Maret 2026 22:37

SUNGAI MAHAKAM - Ilustrasi Kapal logistik pengangkut batubara yang melintas di alur sungai Mahakam/sumber: Arusbawah.co

Lokasi seperti Sungai Kunjang dan Sungai Lais mulai masuk pembahasan awal.

Namun jumlah final titik tambat masih belum diputuskan.

Dari 33 titik yang ada, akan diseleksi berdasarkan standar keselamatan pelayaran.

Sistem Pengawasan Tambat Akan Diperketat

Ke depan, setiap area tambat juga akan dilengkapi sistem pengawasan.

Termasuk penggunaan Automatic Identification System (AIS) untuk memantau pergerakan kapal.

Selain itu, disiapkan kapal siaga 24 jam.

Fungsinya untuk mitigasi jika terjadi kondisi darurat, seperti tali tambat putus di malam hari.

KSOP: Penataan Masih Tahap Awal

Sementara itu, Kepala Seksi Penjagaan, Patroli, dan Penyelidikan KSOP Kelas I Samarinda, Syahrun, menyebut proses ini masih tahap awal.

“Ke depan akan ada area tambat resmi. Selama ini belum dikelola dengan baik,” ujarnya dikonfirmasi di hari yang sama.

Menurutnya, titik tambat nantinya harus memenuhi syarat teknis.

Tidak boleh berada di jalur utama pelayaran.

Tidak boleh dekat dengan jembatan Mahakam dan Mahulu.

Beberapa titik bahkan direncanakan berada sebelum dan sesudah Jembatan Mahulu.

Namun seluruhnya masih menunggu hasil survei lapangan.

“Tujuannya untuk menjaga keselamatan, ketertiban, dan keamanan pelayaran, sehingga ke depan tidak ada lagi insiden yang menabrak objek vital seperti jembatan,” pungkasnya.

(wan)

 

Tag

MORE