ARUSBAWAH.CO - Program Sekolah Rakyat di Kalimantan Timur masih terus diupayakan.
Hingga awal 2026, provinsi ini baru memiliki tiga Sekolah Rakyat rintisan.
Jumlah itu timpang jika dibandingkan dengan luas wilayah dan jumlah anak dari keluarga kurang mampu yang membutuhkan akses pendidikan layak.
Program Sekolah Rakyat dan Target Nasional Presiden Prabowo
Sekolah Rakyat merupakan program yang digagas Presiden Prabowo Subianto dengan target 500 sekolah di seluruh Indonesia.
Program itu dirancang khusus untuk anak-anak dari keluarga miskin ekstrem atau kelompok desil 1 dan 2.
Adanya program Sekolah Rakyat, negara menanggung seluruh kebutuhan siswa, mulai dari pendidikan, asrama, makan, hingga perlengkapan belajar, dari jenjang SD hingga SMA.
Baru Tiga Sekolah Rakyat di Kaltim
Di Katim, tiga Sekolah Rakyat rintisan yang telah disetujui Kementerian Sosial masing-masing berada di SMAN 16 Samarinda, SMA Melati Samarinda, dan kawasan Bukit Biru, Tenggarong, Kutai Kartanegara.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menilai jumlah itu belum mampu menjawab kebutuhan pendidikan bagi ribuan anak miskin di Benua Etam.
Menurut dia, masih banyak anak di pelosok daerah dan pedalaman Kaltim yang belum tersentuh pendidikan yang layak dan berkelanjutan.
“Kita ingin anak-anak miskin di Kalimantan Timur benar-benar dapat pendidikan yang pantas,” kata Seno Aji saat ditemui redaksi Arusbawah.co, Jumat, (6/2/2026).
Seno Aji Sambangi Kemensos Minta Penambahan Sekolah Rakyat
Berangkat dari keresahan itu, Seno Aji mendatangi langsung Kantor Kementerian Sosial RI.
Ia ingin meminta penambahan Sekolah Rakyat agar bisa dibangun di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
Targetnya, setiap dari 10 kabupaten/kota di Kaltim memiliki minimal satu Sekolah Rakyat.
Orang nomor dua di Kaltim itu tidak datang sendirian.
Bawa Dua Kepala Daerah dari Benua Etam
Ia didampingi Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan dan Wakil Bupati Penajam Paser Utara Abdul Waris Muin.
Ketiganya sama-sama datang dari Benua etam untuk menyampaikan permohonan serupa yakni agar daerah mereka mendapat fasilitas Sekolah Rakyat.
Rombongan tiga kepala daerah itu disambut Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono.
Dalam pertemuan itu, Seno memaparkan kondisi Sekolah Rakyat di Kaltim yang masih terbatas.
“Sekarang ini baru tiga. Dua di Samarinda, satu di Kutai Kartanegara,” ujar Seno.
Daftar Daerah yang Didorong Dapat Sekolah Rakyat
Seno menjelaskan, Penajam Paser Utara sudah mendapat porsi pembangunan Sekolah Rakyat.
Prosesnya ditargetkan mulai berjalan pada Maret 2026.
Selanjutnya, Kutai Timur dan Balikpapan juga masuk daftar, meski masih terkendala persoalan lahan.
“Mudah-mudahan Februari ini lahannya beres, supaya Maret bisa masuk. Ke depan kita dorong juga Kutai Barat dan Mahakam Ulu,” kata Seno.
Seno ingin 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur bisa memiliki Sekolah Rakyat agar akses pendidikan bagi keluarga miskin tidak lagi terpusat di kota besar.
Wamensos Minta Daerah Bergerak Cepat
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono meminta pemerintah daerah bergerak cepat.
Ia menginstruksikan agar proposal segera dikirim dan lahan seluas 6,8 hektare disiapkan untuk setiap Sekolah Rakyat.
“Sekarang bukan zamannya omon-omon. Malu sama Presiden. Silakan Pemkab ajukan, urus tahun ini, supaya rintisannya bisa segera dibangun dan menerima siswa baru,” kata Agus Jabo dalam pertemuan itu, Rabu, (4/2/2026).
Sekolah Rakyat sebagai Program Pengentasan Kemiskinan
Menurut Agus Jabo, Sekolah Rakyat bukan sekadar sekolah gratis.
Program itu dirancang sebagai miniatur pengentasan kemiskinan di seluruh pelosok negeri.
Hingga kini, tercatat 166 Sekolah Rakyat rintisan telah berdiri dan menampung lebih dari 15 ribu siswa di seluruh Indonesia.
Pemerintah juga mulai membangun 104 Sekolah Rakyat permanen.
Presiden Prabowo Subianto menargetkan 500 Sekolah Rakyat berdiri di seluruh Indonesia, masing-masing berkapasitas hingga 1.000 siswa.
Pemerintah pusat pun meminta pemerintah daerah, termasuk Kalimantan Timur, serius dan bergerak cepat menyelesaikan dokumenproposal agar program ini benar-benar menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.
(wan)




