Arus Publik

Murka Ayub ke KSOP dan Pelindo Usai Jembatan Mahakam Lima Kali Ditabrak, Singgung “Preman Berdasi”

Nilai ada kejahatan karena pembiaran

Kamis, 5 Februari 2026 20:48

Anggota komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) dari Fraksi Golkar, Muhammad Husni Fahruddin atau akrab disapa Ayub/Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -   Anggota komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) dari Fraksi Golkar, Muhammad Husni Fahruddin, sudah kehilangan kesabaran.

Insiden penabrakan Jembatan Mahakam dan Mahakam Ulu (Mahulu) yang terus berulang membuat politisi asal partai Golkar itu kembali meluapkan kemarahannya.

Pria akrab dipanggil Ayub itu, menilai negara kalah telak dalam urusan menjaga keselamatan alur pelayaran di sungai Mahakam yang bentangnya 980 Km.

Negara Dinilai Kalah Jaga Keselamatan Sungai Mahakam

Kata dia, rangkaian tabrakan yang terjadi sejak 2025 hingga awal 2026 bukan lagi sekadar kecelakaan biasa.

Baginya, itu cermin kegagalan total Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda serta Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Pelindo beserta jajarannya.

“Ini bukan peristiwa tunggal. Ini kejadian berulang yang dibiarkan,” kesalnya Ayub kepada wartawan Arusbawah.co saat berbincang melalui telpon WhatsApp pada, Kamis (5/2/2026).

Fakta: Lima Kali Jembatan Mahakam Ditabrak dalam Setahun

Catatan redaksi Arusbawah.co memperlihatkan, sepanjang 2025 hingga 2026, jembatan-jembatan di Sungai Mahakam sudah lima kali ditabrak kapal tongkang.

Insiden pertama terjadi pada 16 Februari 2025.

Kemudian penabrakan kedua disusul pada 26 April 2025.

Dua kejadian berikutnya berlangsung berdekatan, masing-masing pada 23 Desember 2025 dan 4 Januari 2026.

Penabrakan terakhir terjadi 25 Januari 2026.

Dalam tempo kurang dari satu tahun, jembatan penghubung urat nadi ekonomi warga Kaltim itu dihantam berkali-kali.

Ayub Sebut Pembiaran Sudah Masuk Kondisi Darurat

Bagi Ayub, kejadian pembiaran tersebut sudah masuk kategori darurat.

Ia tak lagi menahan kata saat dimintai komentar wartawan.

Tag

MORE