Ia membayangkan porsi lebih besar bagi pelaku lokal dalam aktivitas migas yang selama ini didominasi korporasi besar.
Di sisi lain, ia mengaitkan langkah ini dengan kebutuhan nasional.
Ia menyebut lifting minyak Indonesia yang masih di kisaran 600 ribu barel per hari.
Dengan lebih banyak pelaku, termasuk dari daerah, ia optimistis produksi bisa terdongkrak menjadi 700–750 ribu barel per hari.
“Jadi tidak percuma kita ada RDMP di Balikpapan,” ujarnya, menyinggung proyek pengembangan kilang yang membutuhkan dukungan pasokan hulu yang kuat.
Seno menutup pernyataanya dengan mengaitkan peningkatan PAD pada agenda sosial, terutama pendidikan anak-anak Kaltim.
Ia menyebut alokasi sekitar Rp 1,6 triliun untuk membantu anak muda Kaltim menempuh pendidikan hingga S3.
Terakhir, Seno Aji menyampaikan pesan soal sektor migas bukan sekadar soal barel dan uang, tapi tentang masa depan generasi daerah.
“Peningkatan PAD ini bukan cuma soal angka, tapi untuk agenda sosial kita, terutama pendidikan anak-anak Kaltim. Kita siapkan sekitar Rp 1,6 triliun agar generasi muda bisa sekolah sampai S-3. Jadi migas itu bukan sekadar barel dan uang, tapi soal masa depan daerah ini,” demikian kata Seno Aji.
(wan)
- Seno Aji Jelang Satu Tahun Dilantik Jadi Wagub Kaltim, Beberkan Capaian dan Evaluasi Program Gratispol
- Rudy Mas’ud Tegaskan Gratis Pol hanya untuk Mahasiswa Reguler, Not for Everybody
- 3 Ribu Sumur Migas Tua di Kaltim Akan Dihidupkan Lagi, Ini Cara Mekanisme Pengajuan Pengelolaan! UMKM - BUMD Bisa Jadi Mitra
Tag




