Ia hadir bersama istrinya, Wahyu Seno Aji.
Tapi yang menarik bukan sekadar kehadirannya, melainkan apa yang orang nomor dua di kaltim itu singgung.
“Kami memberi perhatian agar umat Hindu di Kaltim tetap menjaga kerukunan antarumat beragama di Kukar,” kata Seno kepada awak media usai acara.
Kalimat itu terdengar normatif.
Tapi kalau ditarik ke kondisi di lapangan minimnya partisipasi umat, hingga pembangunan pura yang belum tuntas, hal itulah yang menjadi perhatian khusus Seno Aji.
Seno juga memuji toleransi umat beragama di desa Kerta Buana.
“Mudah-mudahan umat Hindu di Kaltim makin sejahtera, bahagia, dan tetap mengutamakan gotong royong,” ujarnya.
Dharma Santi Nyepi Jadi Ruang Refleksi Bersama
Dharma Santi sendiri merupakan puncak rangkaian Nyepi semacam ruang refleksi bersama setelah hari sunyi.
Acara itu diisi tabuhan Seke Gong Candra Kirana, lagu Indonesia Raya, tari penyambutan, pembacaan Sloka, hingga Dharma Wacana oleh Romo Mangku Sukardi.
(wan)
Tag




