ARUSBAWAH.CO - Hingga awal Oktober 2025, seluruh dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Samarinda belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Ismid Kusasih menegaskan, semua dapur harus selesai proses sertifikasi paling lambat akhir Oktober 2025, sesuai tenggat nasional.
“Tidak ada toleransi bagi kelalaian. Semua dapur MBG wajib kantongi SLHS sebelum beroperasi penuh,” tegas Ismid, Kamis (9/10/2025).
Audit Dapur MBG oleh Dinkes dan BGN
Dinas Kesehatan Kota Samarinda bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) tengah melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ia jelaskan, audit ini bertujuan memastikan:
- Kebersihan dapur dan keamanan pangan
- Kesehatan penjamah makanan
- Kepatuhan terhadap standar nasional
Ismid menjelaskan, saat ini dari total 13 SPPG di Samarinda, belum satu pun yang telah memiliki SLHS.
Proses sertifikasi melibatkan pelatihan bagi seluruh tenaga dapur MBG, termasuk relawan dan pekerja harian, serta pemeriksaan kesehatan untuk mencegah penyakit menular seperti hepatitis dan TBC.
- Desakan Masyarakat soal Penolakan Tim Israel di Kejuaraan Senam, Dewan Minta Pemerintah Dengar Sensitivitas Publik
- SWK Minta Semua Pihak Hormati Proses Hukum, Sayangkan Ujaran 'Orang Luar Daerah' Terucap
- Bangun Rumah di Kaltim Tak Semudah Membangun Tembok: “Pajak, Air, dan Listrik Bikin Lelah” (Part 2)




