Arus Publik

Segmen 1 Teras Samarinda Tahap 2 Belum Rampung, Tambahan Rp10 Miliar Diusulkan

Rabu, 4 Maret 2026 10:49

TAHAP 2 - Progres pengerjaan terkini Teras Samarinda tahap 2 segmen 1/Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Komisi III DPRD Kota Samarinda melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek Teras Samarinda Tahap 2, Selasa (3/3/2026).

Dalam kunjungan itu, rombongan Komisi III mengawali peninjauan dari segmen 4, lalu melanjutkan ke segmen 3, berlanjut ke segmen 2, dan berakhir di segmen 1.

Dari hasil peninjauan lapangan, proyek yang terbagi dalam empat segmen itu kini hanya menyisakan segmen 1 yang belum rampung sepenuhnya.

Tersisa Segmen 1

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menjelaskan bahwa segmen 2 dan 3 telah dinyatakan selesai.

Sementara segmen 4 yang sebelumnya mendapatkan perpanjangan waktu pengerjaan melalui adendum selama 50 hari, juga telah dinyatakan tuntas, meski masih menunggu proses serah terima.

“Dari empat segmen yang dikerjakan pada tahap 2 ini, tinggal segmen 1 yang belum selesai. Segmen 2 dan 3 sudah selesai. Segmen 4 yang kemarin ada perpanjangan adendum 50 hari juga hari ini dinyatakan selesai, hanya memang belum serah terima,” ujarnya usai sidak.

Ia memaparkan, untuk segmen 4 pembiayaan bersumber dari APBD sekitar Rp24 miliar. Sedangkan segmen 2 dan 3 menggunakan APBD dengan nilai kurang lebih Rp21 miliar.

Adapun segmen 1 memiliki nilai kontrak sekitar Rp49 miliar dengan panjang pekerjaan kurang lebih 400 meter.

Namun, pada segmen 1 tersebut masih terdapat tiga item pekerjaan yang belum diselesaikan.

Tambahan Anggaran Rp10 Miliar

Dinas PUPR disebut telah mengajukan tambahan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk tahun anggaran 2026 guna menuntaskan sisa pekerjaan.

Tambahan anggaran itu direncanakan untuk pelapisan atau laminasi lantai jembatan menggunakan material PVC, penyelesaian pekerjaan taman, serta pekerjaan mekanikal dan elektrikal yang belum rampung.

Segmen 1 anggarannya sekitar Rp49 miliar dan masih ada tiga item pekerjaan yang belum selesai. Dinas PUPR mengajukan tambahan sekitar Rp10 miliar untuk laminasi lantai jembatan dengan PVC, taman, dan mekanikal elektrikal. Nanti akan kita lihat apakah penambahan itu sesuai dengan pekerjaan yang akan dilaksanakan,” tegas Deni.

Catatan Kualitas Material

Selain menyoroti progres fisik dan kebutuhan anggaran, Komisi III juga memberikan sejumlah catatan teknis.

Salah satunya terkait material pelapis lantai yang digunakan. DPRD mengingatkan agar kualitas material benar-benar diperhatikan agar memiliki daya tahan jangka panjang, terutama terhadap perubahan cuaca ekstrem.

“Kita ingin item pekerjaan ini berumur panjang. Jangan sampai baru enam bulan atau satu tahun sudah rusak. Terutama material yang terkena panas dan hujan terus-menerus, harus benar-benar diperhitungkan kualitas dan alasnya,” katanya.

Soroti Aspek Keselamatan

Aspek keselamatan pengunjung juga menjadi perhatian serius, khususnya di segmen 1.

Deni menyoroti desain railing yang masih menggunakan besi dengan jarak antarcelah yang dinilai cukup lebar. Ia mengkhawatirkan potensi risiko bagi anak-anak yang berkunjung.

“Kita ingin railing-nya seperti di segmen 2, 3, dan 4 yang sudah menggunakan stainless. Kalau yang sekarang ini masih besi dan jedanya agak besar, kita khawatir kalau orang tua lengah saat berfoto misalnya, anak-anak bisa saja kakinya masuk ke sela-sela itu. Ini yang menjadi catatan kita,” ujarnya.

Penggunaan material besi hollow juga dinilai memiliki karakter yang lebih cepat mengalami korosi dibandingkan stainless steel, sehingga perlu dipertimbangkan ulang dari sisi ketahanan jangka panjang dan biaya pemeliharaan.

Dorong Segera Dibuka Sebelum Lebaran

Meski masih terdapat sejumlah catatan dan penyempurnaan, Komisi III mendorong agar segmen 2, 3, dan 4 yang telah selesai dapat segera dibuka untuk masyarakat setelah proses administrasi dan serah terima rampung.

DPRD berharap kawasan tersebut sudah bisa dimanfaatkan sebelum momentum Lebaran.

“Tadi kita sudah minta kepada dinas, kalau memang sudah serah terima dan pekerjaan selesai, seharusnya bisa segera dibuka. Ini dibangun untuk dinikmati bersama oleh masyarakat,” ucapnya.

Ia berharap Teras Samarinda Tahap 2 dapat menjadi salah satu destinasi alternatif bagi warga saat libur Lebaran mendatang.

“Kalau bisa sebelum Lebaran sudah dibuka, supaya bisa menjadi salah satu tujuan masyarakat untuk berlibur bersama keluarga. Yang penting tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kualitas pekerjaan,” pungkasnya.

PUPR Tunggu Kesiapan Anggaran

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Samarinda, Hendra Kusuma, berharap tambahan anggaran yang diajukan dapat segera terealisasi agar sisa pekerjaan segmen 1 bisa dirampungkan tahun ini.

“Mudah-mudahan anggarannya bisa cepat kami dapatkan, kemudian bisa dilaksanakan dalam waktu yang singkat, jadi sebelum akhir tahun sudah selesai,” ujarnya.

Terkait mekanisme penganggaran, Hendra menegaskan bahwa usulan tambahan tidak harus menunggu APBD Perubahan. Menurutnya, pemerintah kota saat ini masih berupaya mengoptimalkan pendapatan daerah sehingga peluang penganggaran tetap terbuka.

“Tidak semua itu harus di perubahan. Pemerintah kota sedang berupaya mendapatkan pendapatan. Jadi ketika anggaran itu ada, bisa kita kerjakan. Kalau belum ada, mungkin bisa masuk perubahan atau di murni, tergantung kesiapan anggarannya,” jelasnya.

Ia menambahkan, dari sisi perencanaan, pekerjaan segmen 1 sebenarnya sudah disusun dalam satu paket sejak awal tahun sebelumnya. Dengan demikian, jika dukungan anggaran tersedia, pelaksanaan fisik bisa langsung dilanjutkan tanpa perlu perencanaan ulang.

“Perencanaannya sudah satu paket di awal, jadi tinggal pelaksanaan fisiknya saja,” pungkasnya. (raf)

 

Tag

MORE