ARUSBAWAH.CO - Hingga akhir Februari 2026, Dinas Perdagangan Kota Samarinda mencatat sebanyak 480 pemilik kios telah dipanggil untuk mengambil kunci lapak di kawasan Pasar Pagi.
Namun, angka tersebut belum sepenuhnya terealisasi karena sebagian pedagang belum memenuhi panggilan.
Kepala Disdag Samarinda, Nurrahmani, menyebut keterlambatan dipicu berbagai alasan, mulai dari aktivitas di luar daerah hingga menjalankan ibadah umrah.
Meski begitu, pemerintah menilai kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut di tengah tingginya kebutuhan lapak.
“Sayang kalau dibiarkan kosong, sementara masih banyak pedagang yang membutuhkan,” tegas Nurrahmani, Jumat (27/2/2026).
480 Kios Dipanggil, Sebagian Masih Kosong
Disdag memberi sinyal tegas dengan membuka opsi pengalihan kios bagi pedagang yang tidak segera mengambil haknya.
Ratusan kios yang belum ditempati dinilai berpotensi menghambat perputaran ekonomi pasar.
Pemerintah ingin memastikan fasilitas yang telah disiapkan dapat segera diaktifkan, terutama karena antrean pedagang yang membutuhkan tempat usaha masih panjang.
Tag



