"Itu yang masalah. Kenapa putra daerah enggak ada yang mendaftar? Kan sudah dibuka secara umum. Ke mana putra daerah kita ini? Yang salah kalau kami tidak membuka pendaftaran itu. Ada sih dari putra daerah, tetapi di dalam seleksi di Pansel itu gugur," ungkap Rudy Mas'ud.
Tantangan Kompetensi di Tengah Prestasi Daerah
Penjelasan Gubernur ini kini memunculkan diskursus mengenai relevansi angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM)—sebuah ukuran standar kualitas hidup penduduk melalui pendidikan, kesehatan, dan ekonomi—dengan ketersediaan tenaga ahli di sektor perbankan lokal.
Mengingat Kaltim berada di peringkat empat nasional, fenomena ini menjadi sorotan dalam menilai daya saing riil SDM daerah di level manajerial strategis.
Standar bukan kaleng-kaleng yang ditekankan Rudy Mas’ud menjadi parameter bagi talenta lokal untuk membuktikan kapasitas profesionalnya di tengah masa transisi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Hal ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh stakeholder agar penguatan kompetensi putra daerah berjalan beriringan dengan standar nasional, sehingga masyarakat lokal tidak sekadar menjadi penonton dalam pengelolaan aset vital di wilayah sendiri.(son)
- Gaya Syarifah Suraidah di Pertemuan Saudagar Bugis Makassar, Rudy Mas'ud Sebut sang Istri Noni Belanda
- Akademisi di Samarinda Nilai Tim Ahli Gubernur hanya Wadah Balas Budi Tim Sukses: Apa Guna Sekda dan Kominfo?
- Rudy Mas’ud Tetap Pakai Mobil Pribadi Untuk Perjalanan Dinas, Anggaran Rp 8,5 M Digeser ke Sektor Pendidikan dan Kesehatan
Tag




