“Skalanya besar, jadi memang harus kita pastikan sistem administrasi benar-benar siap,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah aspek menjadi perhatian utama, mulai dari kesiapan sistem administrasi, validasi data ribuan mahasiswa, hingga sinkronisasi dengan lebih dari 50 perguruan tinggi yang terlibat dalam program tersebut.
Menurut Dasmiah, proses verifikasi data menjadi krusial agar bantuan tepat sasaran dan tidak terjadi tumpang tindih penerima.
“Kita harus pastikan data valid, tidak dobel, dan sesuai kriteria. Itu sebabnya tahun pertama kita fokus membenahi sistem,” jelasnya.
Selain itu, ketepatan waktu penyaluran anggaran juga menjadi tantangan tersendiri.
Dengan jumlah penerima yang ditargetkan melonjak signifikan, koordinasi lintas instansi dan kampus harus berjalan efektif.
Jika melihat tren program beasiswa Kaltim Tuntas dan Stimulan pada periode 2019–2023, pertumbuhan penerima berlangsung secara bertahap.
Berbeda dengan GratisPol yang dirancang melakukan percepatan dalam waktu relatif singkat.
Meski demikian, Dasmiah optimistis.
“Kita belajar dari pengalaman program sebelumnya. Tahun kedua ini kita optimalkan. Kalau sistem sudah stabil, insyaallah pelaksanaan juga lebih maksimal,” katanya.
Potensinya, Bisa Jadi Alokasi Anggaran Terbesar Sejauh Ini
Dasmiah, menilai Program GratisPol secara angka memiliki potensi yang sangat besar dalam penguatan sumber daya manusia di daerah.
Menurutnya, dari sisi anggaran, GratisPol menjadi program beasiswa dengan alokasi terbesar dalam sejarah Kalimantan Timur.
Selain itu, jangkauannya juga paling luas karena menyasar mahasiswa dari jenjang S1 hingga S3, baik di dalam daerah, luar daerah, maupun luar negeri.
“Kalau kita bicara angka, ini memang yang terbesar. Jangkauannya juga paling luas dan skemanya paling lengkap dibanding program sebelumnya,” ujar Dasmiah.
Namun ia menegaskan, memasuki tahun kedua pelaksanaan, perhatian publik tidak lagi berada pada konsep atau janji program, melainkan pada realisasi di lapangan.
“Sekarang bukan lagi soal janji. Kuncinya ada pada konsistensi dan tata kelola. Itu yang harus kita jaga,” pungkasnya. (red)
Tag




