ARUSBAWAH.CO - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, membandingkan Program GratisPol Pendidikan dengan program Gubernur sebelumnya yakni program Beasiswa Kaltim Tuntas dan Stimulan.
Rudy Mas’ud menyebut, GratisPol Pendidikan dirancang dengan pendekatan berbeda dan menjangkau penerima yang jauh lebih luas.
Pernyataan itu disampaikan Rudy dalam rapat paripurna DPRD Kaltim, Senin (23/2/2026).
Menurutnya, selama masa reses dewan, isu perbandingan dua program beasiswa tersebut sering muncul di tengah masyarakat Kaltim.
“Ini perlu diluruskan. Jangan dibandingkan sepotong-sepotong,” ujar Rudy di hadapan anggota dewan.
Ia menjelaskan, perbedaan utama terletak pada arah kebijakan pemerintah daerah.
Jika sebelumnya bantuan dinilai lebih terbatas, kini pemerintah provinsi memilih memperluas akses agar lebih banyak mahasiswa bisa merasakan dukungan pendidikan.
“Kan terlihat lebih unggul mana GratisPol atau Kaltim tuntas dan Stimulan,” tanya Rudy dalam pidatonya.
Anggaran dan Jumlah Penerima GratisPol Dibanding Kaltim Tuntas
Saat ini, kata Rudy, Pemprov Kaltim menganggarkan Program GratisPol untuk sekitar 158 ribu mahasiswa, baik yang kuliah di perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Di Kaltim sendiri terdapat 52 kampus yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.
“Kalau ada pemutusan sepihak, itu ranah kampus. Yang jelas, semua kampus jalan sesuai aturan,” tegasnya.
Tag



