Ia menegaskan tidak pernah secara langsung menyebut anggota APMK sebagai "anjing" maupun "kebun binatang" sebagaimana yang ditudingkan.
"Bahkan dari mulut saya enggak ada mengatakan mereka kebun binatang. Enggak ada. Itu kan backsound atau apa semua yang berkaitan dengan kita membuat video. Bebas kita ini," ucapnya.
Meski didatangi puluhan orang, Sudarno mengaku sengaja menerima mereka masuk ke rumah.
Ia mengungkapkan, awalnya Ketua RT sempat meminta dirinya meninggalkan rumah, namun ia memilih tetap menerima kedatangan APMK.
"Pak RT minta saya tadi bergeser, terus terang saja. Tapi enggak. Saya panggil Pak RT, suruh masuk. Wong niatnya baik kok."
"Saya yang suruh masuk. Selama ruangan rumah saya cukup," katanya.
Menurut Sudarno, persoalan tersebut bagi dirinya telah selesai.
"Kalau di saya sudah clear saja. Kalau di beliau saya enggak tahu, itu kan sepihak mereka," ujarnya.
APMK Nilai Konten Menyinggung dan Siapkan Laporan Polisi
Sementara itu, perwakilan APMK, Tedy, mengatakan kedatangan mereka dipicu unggahan Sudarno yang dinilai menyindir peserta aksi demonstrasi.
Menurutnya, dalam video tersebut terdapat dirinya bersama rekannya, Lukman, disertai judul "Menggonggong" dan lagu yang memuat kata "anjing" sehingga dianggap menyerang kehormatan mereka.
"Di dalam video ada saya dan Saudara Lukman. Video itu juga dibarengi lagu dengan lirik yang menyebut kata 'anjing', kemudian menggunakan judul Menggonggong. Di bagian akhir video, kata menggonggong diulang berkali-kali. Itulah yang kami kritik," katanya.
Tedy mengatakan, dalam pertemuan itu Sudarno mengakui video tersebut dibuat secara sadar atas inisiatif pribadi.
Namun, menurutnya, Sudarno tetap menolak memenuhi permintaan agar menyampaikan permintaan maaf melalui media.
"Beliau (Sudarno) mengatakan konten itu dibuat dengan sadar dan tidak bersedia meminta maaf melalui media karena menurut beliau itu menyangkut harga dirinya," ujarnya.
Tag



