Arus Publik

Rumah Didatangi Pihak Aliansi soal Konten Dianggap Menyinggung, Sudarno: Saya Merdeka dalam Berpikir

MENJELASKAN - Sudarno/ Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO — Kediaman salah satu anggota Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP), Sudarno, didatangi oleh sejumlah perwakilan Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim (APMK) pada Senin (29/6/2026).

Pasalnya, salah satu video yang diunggah oleh Sudarno melalui akun Instagram-nya, @sudarno_se, memicu keberatan dari APMK.

Dalam video yang diunggah pada 28 Mei 2026 itu, Sudarno menampilkan cuplikan momen audiensi perwakilan APMK dengan Gubernur Kalimantan Timur usai aksi unjuk rasa pada 21 Mei 2026.

Video tersebut diberi judul "Menggonggong" dan menggunakan lagu latar yang memuat lirik menyebut kata "anjing", serta mengulang kata "menggonggong" pada bagian akhir video.

Alhasil, APMK mendatangi kediamannya untuk meminta klarifikasi terkait unggahan video tersebut, serta menuntut permintaan maaf.

Namun, Sudarno menolak permintaan untuk meminta maaf secara terbuka atas konten video yang dinilai menyinggung anggota aliansi.

Meski menerima kedatangan mereka, Sudarno menegaskan tidak akan meminta maaf atas isi kontennya.

Menurutnya, video tersebut merupakan bentuk kreativitas yang dibuat atas kesadaran pribadi dan bukan atas arahan pihak mana pun.

"Mereka minta penjelasan dari saya selaku Sudarno, bukan sebagai tim ahli gubernur, yang kemudian dibuat konten dan sebagainya. Ya saya pikir wajar saja ketika ada kesalahpahaman," kata Sudarno kepada awak media usai pertemuan, Senin (29/6/2026).

Ia mengatakan, permintaan maaf hanya disampaikan sebatas apabila ada pihak yang salah memahami isi videonya.

Namun, ia menolak meminta maaf terhadap konten yang dibuatnya.

"Tapi ketika beliau-beliau (APMK) minta saya untuk minta maaf dan sebagainya, urusan bikin video, enggak."

"Ketika mereka salah paham, ya saya sampaikan permintaan maaf. Soalnya kalau saya minta maaf atas kreativitas saya, dan menurut saya itu benar, berarti saya tidak bebas berpikir, saya tidak bebas berkreativitas. Sebagai warga negara saya bebas. Saya merdeka dalam berpikir," ujarnya.

Karena itu, seluruh tuntutan APMK agar dirinya meminta maaf melalui media juga ditolak.

"Walaupun kemudian ada tuntutan dari aliansi supaya saya minta maaf ke media-media, enggak lah. Itu kehormatan diri saya dan keluarga saya, pada sesuatu yang menurut saya insyaallah benar," kata Sudarno.

Sudarno juga mempersilakan apabila persoalan tersebut ingin dibawa ke jalur hukum.

"Saya sudah minta maaf ketika ada kesalahpahaman, tetapi mereka tidak berkenan. Monggo ditempuh jalur hukum. Sederhana ini urusan," katanya.

Tag

MORE