Adapun Lain-lain PAD yang Sah direncanakan sebesar Rp127.393.299.506.
Kategori ini biasanya mencakup pendapatan bunga, jasa giro, hasil penjualan aset yang tidak dipisahkan, hingga penerimaan lain yang diakui secara hukum.
Meski porsinya paling kecil, pos ini tetap menjadi pelengkap struktur pendapatan daerah.
Ujian Serius di Tengah Dinamika Ekonomi
Dengan struktur tersebut, terlihat jelas bahwa ketergantungan terbesar PAD Kaltim masih berada pada sektor pajak daerah.
Pertanyaannya, mampukah target Rp10,7 triliun tercapai di tengah dinamika ekonomi dan fluktuasi sektor unggulan daerah?
Rudy–Seno kini menghadapi ujian fiskal pertama mereka di 2026. Realisasi PAD bukan hanya soal angka, tetapi juga menjadi fondasi pembiayaan pembangunan, pelayanan publik, hingga stabilitas APBD Kaltim secara keseluruhan. (pra)
Tag




