Saat ini, Kaltim menyumbang sekitar 30-36% dari produksi nasional tertentu, dan kontribusi ini terus ditingkatkan.
Terkait isu beras, Gubernur menanggapi keluhan pedagang mengenai penurunan pembeli akibat kualitas beras. “Bukan, bukan. Pembelinya tidak berkurang. Yang perlu diluruskan adalah masalah kualitas,” bantahnya.
Ia menambahkan bahwa beras yang beredar di Kaltim bukan kualitas rendah. “Beras kita seharusnya masuk kategori premium.
Mungkin ada yang sedikit di bawah premium, tapi kualitasnya masih di atas medium. Kira-kira begitu,” jelas Rudy.
Stok beras di Kaltim dipastikan mencukupi.
“Stok kita cukup untuk seluruh Kalimantan Timur. Beras Bulog juga siap menangani semua kebutuhan,” pungkasnya.
Gubernur mengimbau distributor dan produsen beras dari Pulau Jawa maupun Sulawesi untuk mengirim beras ke Kaltim, demi menjaga ketersediaan dan stabilitas pasokan. (adv)
Tag



