ARUSBAWAH.CO - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan tercapainya swasembada pangan.
Pernyataan itu disampaikannya usai morning briefing di kantornya, Selasa pagi (19/8).
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sehat semuanya,” sapa Gubernur Rudy membuka penjelasannya.
Menurut Rudy, kunjungan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, ke Kaltim beberapa waktu lalu bertujuan mengecek optimalisasi lahan pertanian.
Langkah ini diambil agar Kaltim dan provinsi lain bisa mencapai swasembada pangan secara efektif.
“Kita harus menyiapkan lahan yang memadai, baik yang sudah ada maupun yang baru. Syarat utamanya, lahan tersebut harus dekat dengan sumber air,” jelas Rudy Mas’ud.
Gubernur menekankan pentingnya memanfaatkan waduk yang sudah ada serta membangun waduk baru.
Dengan dukungan infrastruktur air yang memadai dan penerapan sistem mekanisasi pertanian, panen bisa dilakukan minimal tiga kali dalam setahun, bahkan berpotensi empat kali.
“Sudah tidak hanya manual, tetapi sudah pakai mesin agar pekerjaan lebih cepat,” tambahnya.
Rudy juga menyoroti peluang besar bagi generasi milenial di sektor pertanian modern.
Ia menuturkan, pendapatan petani modern di Kaltim bisa mencapai Rp 20 juta hingga Rp 26 juta per bulan.
“Ini sangat bagus ketimbang anak-anak kita semua yang menjadi karyawan dengan gaji umumnya setara Upah Minimum Regional (UMR) saja, yang belum mencapai Rp 4 juta,” tegasnya.
“Peluang ini sangat besar bagi anak-anak milenial kita untuk menjadi petani modern, yang akan didukung penuh termasuk dalam penyediaan bibit dan sarana lainnya.”
Lebih lanjut, Rudy menekankan pentingnya mengurangi ketergantungan pangan dari luar daerah.
Saat ini, Kaltim menyumbang sekitar 30-36% dari produksi nasional tertentu, dan kontribusi ini terus ditingkatkan.
Terkait isu beras, Gubernur menanggapi keluhan pedagang mengenai penurunan pembeli akibat kualitas beras. “Bukan, bukan. Pembelinya tidak berkurang. Yang perlu diluruskan adalah masalah kualitas,” bantahnya.
Ia menambahkan bahwa beras yang beredar di Kaltim bukan kualitas rendah. “Beras kita seharusnya masuk kategori premium.
Mungkin ada yang sedikit di bawah premium, tapi kualitasnya masih di atas medium. Kira-kira begitu,” jelas Rudy.
Stok beras di Kaltim dipastikan mencukupi.
“Stok kita cukup untuk seluruh Kalimantan Timur. Beras Bulog juga siap menangani semua kebutuhan,” pungkasnya.
Gubernur mengimbau distributor dan produsen beras dari Pulau Jawa maupun Sulawesi untuk mengirim beras ke Kaltim, demi menjaga ketersediaan dan stabilitas pasokan. (adv)




