ARUSBAWAH.CO - Gubernur Rudy Mas’ud menolak hadir dalam diskusi publik bertajuk Menakar 1 Tahun Kepemimpinan Rudy-Seno yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Universitas Mulawarman (Unmul), besok (31/3/2026) di Taman Unmul.
Sementara Wakil Gubernur Seno Aji memastikan akan hadir dan siap berdialog langsung dengan mahasiswa.
Padahal, undangan kegiatan itu bukan baru dikirim kemarin.
BEM FISIP Unmul mencatat, surat sudah dilayangkan ke Pemprov sejak 24 Februari 2026.
Namun sampai mendekati hari pelaksanaan, respons yang diterimanya memastikan orang nomor satu di Kaltim itu tidak bisa hadir.
Alasan Rudy Mas’ud: Bukan Waktunya Berdebat
Saat dikonfirmasi wartawan, Senin (30/3/2026), Rudy Mas’ud tidak menyebut kata menolak.
Tapi arah pernyataannya jelas yaitu ia memastikan tidak akan datang.
Alasannya, bukan waktunya untuk berdebat.
“Saya ingin menyampaikan pertama hari ini bukan waktunya kita untuk berdebat sebenarnya,” ujarnya.
Rudy lebih menekankan soal kerja pemerintah yang menurutnya masih banyak.
Ia menyinggung luasnya wilayah Kaltim dengan 10 kabupaten/kota, yang disebutnya masih menyimpan banyak persoalan mendasar.
“Waktunya kita hari ini adalah bekerja karena banyak hal yang harus kita kerjakan,” katanya.
Fokus Pemerintah pada Standar Pelayanan Minimum
Fokus itu, kata dia, terutama pada pemenuhan standar pelayanan minimum (SPM).
Ia bahkan menyebut pemerintah saat ini masih berkutat pada layanan dasar, belum masuk ke kebijakan yang sifatnya pilihan.
“Kalau kita mau berdebat terus kerjanya kapan?” ucapnya.
Ia mengaku tak menutup ruang komunikasi, tapi tidak harus selalu melibatkan kepala daerah secara langsung dalam berbagai debat.
Menurutnya, diskusi bisa diwakili oleh sekretaris daerah atau organisasi perangkat daerah (OPD), tergantung topik yang dibahas.
“Berdialog kan enggak mesti harus dengan kepala daerah kan? Boleh dengan Sekda,” ujarnya.
Seno Aji Siap Bakal Hadir dan Terima Kritik Mahasiswa
Berbeda dengan Rudy Mas’ud, Wakil Gubernur Seno Aji justru menyatakan siap hadir, meski masih melihat situasi agenda di hari yang sama.
Seno menyebut ada kemungkinan agenda dengan menteri, yang bisa saja berbenturan dengan jadwal diskusi.
“Insyaallah ya, kalau tidak ada rapat, karena besok itu ada menteri datang,” katanya.
Namun jika agenda tersebut tidak berlangsung, ia memastikan akan datang ke Taman Unmul.
“Kalau memang menteri tidak hadir, saya hadir besok sore di Taman Unmul, insyaallah,” ujarnya.
Seno Aji Anggap Diskusi Sebagai Ruang Dialog
Seno tidak melihat forum itu sebagai masalah.
Ia menganggapnya sebagai ruang dialog biasa antara pemerintah dan mahasiswa.
Baginya, diskusi justru bisa jadi tempat menyampaikan apa yang sudah dikerjakan sekaligus menerima kritik.
“Kalau masih belum cocok ya kita dengarkan apa yang kita perbaiki gitu aja,” katanya.
Soal kemungkinan pertanyaan kritis dari Mahasiswa, Seno Aji mengaku siap Apapun pertanyaannya.
“Siap lah insyaallah lah. Mahasiswa itu kan adik-adik kita juga,” demikian kata Seno Aji.
(wan)
- 'Bebaskan Misran Toni!' Desakan Menguat di Sidang Pledoi, Warga Soroti Dugaan Kriminalisasi
- 75 Laptop Dibagikan ke Siswa Sekolah Rakyat Samarinda, Tapi Tak Bisa Dibawa Pulang
- Masa Kerja Pansus TJSL Berlanjut, Dewan Kaltim Ayub Siapkan Regulasi Baru untuk Tekan Perusahaan Nakal
- Setiap Hari Lebih 50 Unit Tongkang Batubara Parkir Sembarangan di Sungai Mahakam, Picu Tabrakan Berulang




