Arus Publik

Setiap Hari Lebih 50 Unit Tongkang Batubara Parkir Sembarangan di Sungai Mahakam, Picu Tabrakan Berulang

Sabtu, 28 Maret 2026 22:37

SUNGAI MAHAKAM - Ilustrasi Kapal logistik pengangkut batubara yang melintas di alur sungai Mahakam/sumber: Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Ada banyak kapal tongkang batubara setiap hari parkir di sepanjang Sungai Mahakam, menunggu giliran melintasi Jembatan Mahakam dan Jembatan Mahulu.

Kondisi itu bukan hanya sekadar padat.

Tapi berulang kali memicu insiden serius.

Dalam kurun Februari 2025 hingga Januari 2026, tercatat setidaknya lima kali insiden tabrakan jembatan yang terjadi di bentang panjang 980 KM Sungai Mahakam.

Mulai dari putusnya tali tambat, hingga ponton yang hanyut lalu menabrak jembatan baik jembatan Mahakam maupun Mahulu.

Data lalu lintas kapal menunjukkan tekanan di alur sungai masih tinggi.

Berdasarkan catatan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV Samarinda, pada 2021 terdapat sekitar 26.615 kapal tongkang melintas.

Kemudian 25.305 kapal pada 2022.

Lalu turun menjadi 22.275 kapal di 2023.

Dan 20.977 kapal pada 2024.

Dalam hitungan harian, jumlahnya tetap padat.

Sekitar 50 hingga 55 kapal tongkang baik batu bara maupun CPO melintasi kawasan jembatan setiap hari.

Sebaran Titik Tambat di Sungai Mahakam

Di sepanjang alur sungai Mahakam, titik parkir tongkang tersebar di banyak lokasi.

Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud menyebut ada 33 titik tambatan ilegal dan legal sepanjang alur sungai Mahakam.

Lokasinya membentang dari Jembatan Mahakam hingga Jembatan Mahulu.

“Sekarang banyak kejadian penabrakan jembatan itu karena tali tambat putus. Ponton lepas kendali,” kata Hasan, Kamis (26/3/2026).

Masalahnya, sebagian besar titik tambat itu tidak tertata.

Banyak yang berada di jalur utama pelayaran.

Lalu dari 33 titik itu, sebagian terlalu dekat dengan jembatan.

Tag

MORE