Ia melempar pertanyaan retoris kepada publik mengenai nilai sebuah kebijakan yang presisi dibandingkan dengan uang yang berpotensi hilang akibat manajemen yang amatir.
"Berapalah duit itu dengan kebijakan kalau salah kebijakannya? Berapa duit yang harus hilang? Iya, APBD kita ini puluhan triliun. Jangan sampai tidak berpihak kepada masyarakat kita ataupun berdampak langsung kepada masyarakat kita," tambahnya dengan nada menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi.
- Kaltim Punya SDM Unggul, Kenapa Jabatan Strategis Diisi Orang Luar? Ini Kata Aji Mirni
- Akademisi di Samarinda Nilai Tim Ahli Gubernur hanya Wadah Balas Budi Tim Sukses: Apa Guna Sekda dan Kominfo?
- Rudy Mas’ud Tetap Pakai Mobil Pribadi Untuk Perjalanan Dinas, Anggaran Rp 8,5 M Digeser ke Sektor Pendidikan dan Kesehatan
Tepis Isu Gemuk Anggaran dan Pembanding Regional
Menanggapi tudingan bahwa anggaran tim ahli kali ini terlalu boros atau justru gemuk dari segi urgensi, Rudy menyatakan bahwa posisi Kaltim masih dalam batas kewajaran.
Ia mengklaim standar yang digunakan Pemprov Kaltim masih berada di bawah angka yang dialokasikan oleh daerah-daerah lain di Indonesia.
Gubernur juga secara implisit membantah keraguan publik mengenai kualitas personel yang masuk dalam daftar TAG 2026.
Ia menjamin bahwa individu yang ditunjuk bukanlah sekadar pengisi jabatan, melainkan figur yang memiliki rekam jejak mumpuni.
Tag



