“Kalau urusan pemerintahan, ada wakil gubernur, sekprov, asisten, kepala OPD. Kenapa harus satu orang yang dominan?” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar gubernur tidak memperkeruh situasi dengan pernyataan yang memicu polemik.
“Lebih baik evaluasi kinerja dan kebijakan. Jangan bikin gaduh,” katanya.
Sementara itu, Sabaruddin Panrecalle menyoroti cara Rudy membandingkan posisi kepala daerah dengan presiden.
Menurutnya, perbandingan itu tidak sepadan.
“Enggak bisa kepala daerah dibandingkan dengan presiden. Itu jauh. Harus hati-hati berkomentar,” ujar Sabaruddin.
Ia menilai, jika ingin membuat perbandingan, seharusnya dilakukan dalam level yang setara.
“Kalau mau bandingkan, ya dengan kepala daerah lain. Jangan disangkutkan dengan presiden,” katanya.
Sabaruddin juga menyinggung kondisi Kaltim yang belakangan diwarnai gelombang kritik publik.
Ia menilai kepala daerah seharusnya lebih introspektif.
“Kalau masyarakat sampai demo besar-besaran, berarti ada yang perlu dievaluasi. Harus introspeksi, jangan arogan,” pungkasnya.
(wan)
- Hijrah Masuk TGUPP Dibela Rudy Mas’ud, Castro: Gubernur Tak Punya Hak Prerogatif
- Adu Logika Politik Dinasti: Antara Kepastian Hukum Bambang Widjojanto dan Kritik Peluang Bang Eka
- Pukul 16.30 WITA Kemarin, Dua Spanduk Raksasa Warnai Aksi Mahasiswa di Depan Kantor Gubernur Kaltim
- Lebih Empat Menit Bicara Rencana Aksi 21 April Demo Kaltim, BW Terpantau 25 Kali Menggeser Pandangan ke bukan Arah Kamera, Seperti Membaca Teks?
Tag




