Sejak 2024, Pemprov Kaltim telah meluncurkan program Export Kaltimpreneurs 2025 yang difasilitasi oleh Bank Indonesia Kaltim, dan berhasil membawa 78 pelaku UMKM masuk ke pasar global dengan nilai transaksi sebesar USD 2,8 juta.
“Pasarnya sudah terbuka. Tinggal kita siapkan SDM-nya: pelatihan, legalitas, kemasan, pembiayaan. Itu yang kita kawal,” tegas Rudy.
Beberapa negara tujuan ekspor nonmigas Kaltim antara lain adalah Amerika Serikat, Tiongkok, India, Filipina, serta sejumlah negara di kawasan Eropa.
Menurut Rudy, kehadiran Export Center di Balikpapan menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam mendukung akses ekspor UMKM melalui fasilitas pendampingan, pelatihan, dan konsultasi.
“Transformasi ekonomi kita menuju hilirisasi dan ekspor berbasis kerakyatan bukan sekadar wacana. Ini pekerjaan harian yang harus terus dilakukan. Karena ekonomi yang dibangun dari bawah adalah yang paling tahan terhadap guncangan global,” pungkasnya. (adv)
Tag



