Arus Publik

Rudy Mas'ud - Andi Harun Saling Respon soal Banjir! Mau 'Kontengan' Jalan Bareng Selesaikan Luapan Air?

Wali Kota Samarinda Tanggapi Rencana Pengerukan Sungai Mahakam

Rabu, 29 Oktober 2025 21:21

Kolase foto kedua kepala daerah Walikota Samarinda Andi Harun dan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud/Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menanggapi soal gagasan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud yang ingin menormalisasi dan mengeruk Sungai Mahakam sebagai solusi utama banjir di ibu kota provinsi.  

Andi Harun mengatakan, ide pengerukan sungai yang membentang hampir seribu kilometer itu bisa menghabiskan dana triliunan rupiah tanpa memberikan hasil langsung bagi warga yang tiap musim hujan masih tidur di atas genangan air.  

“Kalau konteksnya untuk penanggulangan banjir, itu pasti ada pengaruhnya, cuma butuh dana luar biasa, bahkan lebih dari lima triliun,” kata Andi Harun saat ditemui di kawasan Citra Niaga, Selasa (28/10/2025) malam.  

Andi Harun mengaku belum mengetahui secara pasti substansi pertemuan Rudy Mas'ud dengan Kementerian Perhubungan di Jakarta, tempat ide pengerukan Mahakam itu dilontarkan.  

Ia hanya tahu dari potongan video yang ramai beredar di media sosial.  

Pengerukan Sungai Mahakam Dinilai Tak Efektif untuk Atasi Banjir Samarinda

Namun, bagi Andi Harun, wacana besar Gubernur Kaltim itu tidak salah sepenuhnya.  

Ia sepakat jika pengerukan dimaksudkan untuk kepentingan pelayaran karena memang ada beberapa titik sungai yang dangkal dan kerap menyebabkan insiden kapal kandas.

“Kalau konteks banjir, menurut kami pengerukan Mahakam bukan solusi. Kecuali untuk kepentingan pelayaran, baru saya setuju seribu persen,” ucapnya.  

Wali Kota yang dikenal detail dan teknokrat ini mengingatkan bahwa Samarinda sudah memiliki kajian lengkap dan Detail Engineering Design (DED) tentang penyebab dan solusi banjir.  

Ia menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) tidak butuh ide besar baru, tetapi komitmen pendanaan untuk mengeksekusi program yang sudah disiapkan sejak lama.  

“Kalau beliau butuh data, semua sudah lengkap. DED seluruh program pengendalian banjir sudah kita miliki. Kendalanya hanya dana,” tegas Andi.  

Ia menambahkan, hingga kini belum ada koordinasi langsung antara Pemprov dan Pemkot Samarinda soal rencana pengerukan sungai Mahakam tersebut.  

Meski begitu, Walikota Samarinda Andi Harun tetap menghormati niat baik Gubernur Rudy Mas’ud.  

“Kami berterima kasih kepada Pak Gubernur atau siapa saja yang ingin membantu pengendalian banjir Samarinda,” ujarnya dengan nada diplomatis.  

 

Fokus Utama: Sungai Karang Mumus dan Drainase Kota

Andi Harun menjelaskan, Pemkot telah menyiapkan paket besar penanganan banjir yang berbasis data dan kajian.  

Salah satunya pembangunan pintu air di Jembatan 1 Sungai Karang Mumus, peningkatan kapasitas pompa air di sejumlah titik, hingga optimalisasi Waduk Lempake yang kini tertutup sedimentasi sekitar 0,8 juta meter kubik.  

Selain itu, revitalisasi jaringan drainase di kawasan padat penduduk dan wilayah yang kerap terdampak rob juga telah masuk dalam desain pengendalian banjir jangka menengah.  

“Semua datanya ada, sudah lengkap dan jelas. Kalau diminta, saya siap antarkan langsung ke Pak Gubernur,” tambahnya.  

Bagi Andi Harun, pendekatan itu terlalu makro dan tidak menyentuh fakta lapangan di Samarinda.  

Ia menyindir halus bahwa yang dibutuhkan warga bukan pengerukan di hulu, melainkan solusi konkret di titik-titik genangan di kota.  

“Kalau bicara banjir Samarinda, yang paling penting itu Karang Mumus dan drainase kota. Kami sudah punya datanya. Tinggal kemauan bersama saja,” katanya.  

Respons Rudy Mas’ud Soal Banjir

Di pemberitaan Arusbawah.co sebelumnya, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dalam unggahan Instagram pribadinya @h.rudymasud mengaku frustrasi dengan kondisi banjir di Kaltim yang tak kunjung teratasi.  

Dalam video pertemuannya dengan Dirjen Kemenhub, Rudy melontarkan kalimat keluhannya.  

“Karena masalahnya kalau banjir aduh repot saya, yang jadi babak belur kami yang jadi tempat sambal,” keluhnya.  

Ia bahkan menyebut sudah mau hampir pingsan memikirkan banjir di ibu Kota provinsi Kaltim.  

Rudy meyakini solusi paling rasional untuk mengatasi banjir adalah pengerukan besar-besaran di Sungai Mahakam yang sudah 20 tahun tidak pernah dikeruk.  

“Supaya kita di sini tidak banjir mulai dari Mahakam Hulu, Kutai Barat, Kutai Timur, termasuk Kutai Kartanegara dan Samarinda,” pungkasnya.  

(wan)

 

Tag

MORE