Salah satunya melalui rencana jaringan kereta api yang akan menghubungkan sejumlah kawasan di Samarinda dan Kalimantan Timur.
Dalam rencana tersebut, kawasan APT Pranoto masuk sebagai lokasi pengembangan stasiun kereta api penumpang.
Kehadiran stasiun di area bandara berpotensi mendukung integrasi moda transportasi udara dan kereta api untuk meningkatkan mobilitas masyarakat serta distribusi barang.
Didorong Menjadi Simpul Transportasi Strategis
Melalui penetapan dalam RTRW, Bandara APT Pranoto diproyeksikan menjadi salah satu simpul transportasi strategis yang mendukung pertumbuhan ekonomi Samarinda dan Kalimantan Timur.
Keberadaan bandara pengumpul skala pelayanan sekunder diharapkan mampu memperkuat jaringan transportasi regional, meningkatkan daya saing daerah, serta mendukung aktivitas perdagangan, jasa, investasi, dan logistik di masa mendatang. (naa)




