“Responnya sangat positif, karena harapan mereka pelatihan ini bisa menekan biaya. Kalau harus mengirim ke luar tentu biayanya lebih mahal,” jelasnya.
Jangkau Ratusan Peserta, Kompetensi SDM Meningkat Signifikan
Dari sisi jumlah peserta, pelatihan yang dilaksanakan dinilai cukup signifikan.
Pelatihan Blue Code diikuti 100 orang per sesi sehingga total mencapai 200 peserta.
Sementara pelatihan EWS diikuti sekitar 80 peserta, dan HAIs juga telah dilaksanakan sesuai kebutuhan.
Jumlah ini dinilai jauh lebih efektif dibandingkan jika rumah sakit harus mengirim peserta ke luar daerah, yang biasanya hanya bisa mengikutkan lima hingga sepuluh orang dalam satu waktu.
Tekan Biaya dan Waktu, Pelayanan Tetap Optimal
Pelaksanaan pelatihan di lingkungan rumah sakit sendiri dinilai memberikan banyak keuntungan, terutama dalam hal efisiensi biaya dan waktu.
Rumah sakit tidak lagi dibebani biaya tambahan, seperti tiket pesawat, akomodasi, maupun transportasi.
“Kalau harus berangkat ke Surabaya atau Jakarta, tentu perlu tiket pesawat, hotel, dan waktu perjalanan. Itu otomatis mengganggu waktu pelayanan,” jelasnya.
Dengan pelatihan yang dilaksanakan di rumah sakit, tenaga kesehatan dapat langsung kembali bekerja setelah kegiatan selesai, tanpa harus kehilangan waktu pelayanan akibat perjalanan H-1 atau H+1 pelatihan.




