Arus Publik

Rudy Mas’ud Akui Bingung Mencari Cara Menutup Lubang Tambang di Kaltim

Senin, 22 Desember 2025 21:29

Wawancara Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud/Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud menyampaikan kebingungannya mencari cara menutup dan menimbun lahan eks tambang yang tersebar luas di Benua Etam.

Hal itu ia sampaikan langsung dalam pidatonya pada acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Badan Bank Tanah Nasional dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terkait penataan tanah negara, Senin (22/12/2025).

MoU Bank Tanah dan Pengakuan Terbuka Gubernur Kaltim

Saat itu, Rudy tidak berbicara soal rencana besar atau target optimistisnya.

Ia justru menyingkap kebuntuan pemerintah daerah yang belum punya jawaban menghadapi lubang-lubang tambang raksasa yang sudah telanjur menganga.

“Saya sampai hari ini masih memikirkan bagaimana caranya menimbun lahan bekas tambang yang luasnya kira-kira seperti luasnya Danau Toba,” kata Rudy berbicara di podium.

“Mengambilnya di mana? Itu tanahnya,” lanjut Rudy.

Lubang Tambang Skala Raksasa di Kalimantan Timur

Orang nomor satu di Kaltim itu mengaku belum menemukan konsep yang benar-benar masuk akal untuk menutup lubang-lubang tambang.

Menurut dia, persoalan itu bukan sekadar teknis, tapi soal skala kerusakan yang terlampau besar.

Sebagian besar wilayah tambang di Kaltim berada dalam konsesi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dengan luasan puluhan ribu hingga ratusan ribu hektare.

“Saya masih belum nyambung bagaimana caranya,” ujarnya.

Perbandingan Tambang Kaltim dan Luas Singapura

Ia lalu membandingkan luas konsesi tambang dengan negara Singapura.

Negara kota itu, kata Rudy, luasnya hanya sekitar 70 ribu hektare atau 7.700 kilometer persegi.

Sementara di Kaltim, terdapat beberapa konsesi tambang yang luasnya melebihi angka tersebut dan beroperasi puluhan tahun.

“Ada yang sampai lebih dari 40 tahun,” ucapnya.

Tag

MORE