Menurut Ekti, kehadiran anggaran besar dari Pemprov Kaltim sangat strategis untuk mempercepat konektivitas wilayah.
Ia pun berkomitmen penuh untuk mengawal proyek ini hingga rampung sesuai target pada 2026.
“Saya pastikan pembangunan jalan ini akan menjadi prioritas. Saya akan kawal agar semua berjalan tepat waktu,” tegasnya.
Sebagai catatan, jalan sepanjang 136 kilometer ini masih berstatus non-status sehingga penanganannya dilakukan secara kolaboratif antar level pemerintahan.
Dari Simpang Tiga Purworejo di Tering (sta 0) hingga kilometer 10 ditangani oleh pemerintah pusat.
Selanjutnya, kilometer 10–41 menjadi tanggung jawab Pemprov Kaltim, kemudian kilometer 41–117 kembali dibiayai APBN, dan segmen akhir dari kilometer 117 hingga Ujoh Bilang (sta 136) ditangani oleh Pemkab Mahulu.
Dengan alokasi anggaran yang signifikan serta sinergi pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, proyek ini diharapkan mampu membuka keterisolasian wilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah perbatasan Kaltim. (adv)
Tag



