Arus Publik

Rita Widyasari Muncul! Baru 4 Postingan, Akun Instagram Sudah Diikuti Ribuan Pengguna

Di bio tertulis: Saya tidak runtuh—saya menua dalam keteguhan

Selasa, 9 Juni 2026 17:29

TANGKAPAN LAYAR - Potret tangkapan layar akun Instagram @ritawidyasari.official

ARUSBAWAH.CO -  Nama mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari, kembali menjadi perhatian publik setelah muncul sebuah akun Instagram dengan nama @ritawidyasari.official.

Meski baru memiliki empat unggahan, akun tersebut sudah mengumpulkan sekitar 3.586 pengikut.

Kemunculan akun ini langsung menarik perhatian warganet karena memuat sejumlah unggahan yang berkaitan dengan perjalanan hidup Rita Widyasari, termasuk masa-masa sulit yang pernah dihadapinya.

Pada bagian profil, akun tersebut menampilkan bio yang cukup menyita perhatian.

"Badai selalu mengetuk. Saya tidak runtuh—saya menua dalam keteguhan, tumbuh dalam doa. Cantik bukan tanpa luka, tapi karena memilih tetap berdiri."

Kalimat itu dinilai menggambarkan perjalanan panjang yang pernah dialami Rita Widyasari, terutama setelah tersandung kasus korupsi yang membuatnya harus menjalani proses hukum hingga menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mulai Unggah Cerita dan Refleksi Kehidupan

Dari sejumlah unggahan yang terlihat, akun tersebut mulai membagikan narasi yang berisi refleksi kehidupan, perjuangan, serta pengalaman yang pernah dialami pemilik akun selama menjalani masa-masa sulit.

Beberapa unggahan juga menyinggung pengalaman saat menghadapi proses hukum dan kehidupan di balik jeruji tahanan.

Narasi yang dibagikan lebih banyak bernuansa personal dan reflektif dibandingkan pernyataan politik.

Hingga saat ini belum terdapat keterangan resmi yang dapat memverifikasi secara independen bahwa akun tersebut benar-benar dikelola langsung oleh Rita Widyasari.

Namun penggunaan nama, foto profil, serta isi unggahan membuat akun tersebut cepat menarik perhatian publik, khususnya masyarakat Kalimantan Timur.

Kasus yang Menjerat Rita Widyasari

Rita Widyasari ditetapkan sebagai tersangka gratifikasi oleh KPK pada 28 September 2017 bersama Direktur Utama PT Sawit Golden Prima, Hery Susanto Gun, serta Komisaris PT Media Bangun Bersama, Khairudin.

Ia diduga menerima gratifikasi senilai Rp6 miliar terkait pemberian izin lokasi perkebunan kelapa sawit di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman, Kukar.

Selanjutnya, pada 16 Januari 2018, KPK kembali menetapkan Rita dan Khairudin sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Pada Juli 2018, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan vonis 10 tahun penjara kepada Rita Widyasari serta denda Rp600 juta subsider enam bulan kurungan, untuk kasus gratifikasi. 

Pernah Jadi Penguasa Politik Kukar

Sebelum tersandung kasus hukum, Rita Widyasari dikenal sebagai figur politik kuat di Kutai Kartanegara.

Namanya melejit setelah dua kali menang dalam Pilkada Kukar dengan perolehan suara dominan.

Hasil Pilkada Kukar 2010: Menang dengan 55 Persen Suara

Pada Pilkada Kukar 2010, pasangan Rita Widyasari – HM Ghufron Yusuf sukses meraih kemenangan dengan:

  • 153.602 suara
  • 55,45 persen

Pasangan ini unggul jauh dari lima pasangan lain yang ikut bertarung.

Rekap Pilkada Kukar 2010

  • Rita Widyasari – Ghufron Yusuf: 153.602 suara (55,45%)
  • Awang Ferdian Hidayat – Suko Buono: 47.683 suara (17,21%)
  • Awang Dharma Bakti – Saiful Aduar: 31.706 suara (11,45%)
  • Sugiyanto – Fathan Djoenaidi: 19.695 suara (7,11%)
  • Edward – Syahrani: 18.668 suara (6,74%)
  • Idrus – Agus Shali: 5.665 suara (2,04%)

Pilkada Kukar 2015: Rita Menang Telak Hampir 90 Persen

Pada Pilkada Kukar 2015, dominasi Rita semakin terlihat.

Berpasangan dengan Edi Damansyah, pasangan nomor urut 1 meraih kemenangan telak.

Hasil resmi KPU Kukar mencatat pasangan Rita Widyasari – Edi Damansyah memperoleh:

  • 263.335 suara
  • 89,44 persen

Sementara tiga pasangan lain hanya memperoleh suara jauh di bawah angka tersebut.

Rekap Pilkada Kukar 2015

  • Rita Widyasari – Edi Damansyah: 263.335 suara (89,44%)
  • Sugianto – Rudi Hartono: 9.416 suara (3,20%)
  • Awang Wahyu – Andi Katanto: 11.910 suara (4,05%)
  • Idham Khalid – Abdul Kadir: 9.769 suara (3,32%)

(pra)

 

Tag

MORE