Pendapatan ini ditambah Penerimaan Pembiayaan Daerah sebesar Rp900 miliar, sehingga total kemampuan anggaran mencapai Rp15,15 triliun.
- Belanja Daerah Rp15,15 Triliun
- Belanja Operasi: Rp8,16 triliun
- Belanja Transfer: Rp5,89 triliun
- Belanja Modal: Rp1,06 triliun
- Belanja Tidak Terduga: Rp33,93 miliar
Optimalisasi PAD menjadi tumpuan utama Kaltim dalam menjaga stabilitas keuangan setelah dana transfer dari pusat terpangkas lebih dari separuh proyeksinya.
Sri Wahyuni menegaskan bahwa meskipun terjadi penyesuaian besar, prioritas belanja tetap diarahkan pada pembangunan, peningkatan kualitas layanan publik, dan pemerataan di seluruh wilayah Kaltim.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan serta anggota DPRD Kaltim atas kerja sama yang solid.
“Kami berharap sinergi, kolaborasi, dan komunikasi antara pemerintah daerah dan DPRD terus diperkuat. Ini adalah kunci untuk mewujudkan pembangunan Kalimantan Timur yang lebih merata, berkualitas, dan berkelanjutan,” tutupnya.
(ir/adv/diskominfokaltim)
Tag



