“Sekitar 30 persen target penjualan kendaraan tidak tercapai sehingga otomatis memengaruhi realisasi BBNKB,” jelasnya.
Kondisi ini sangat berbeda dengan periode awal pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), yang kala itu memicu lonjakan pembelian kendaraan hingga lebih dari 100 persen dalam sebulan.
Penyesuaian Target PAD
Menghadapi situasi tersebut, Bapenda berencana melakukan penyesuaian target dalam APBD Perubahan agar lebih sejalan dengan kondisi ekonomi terkini.
Secara keseluruhan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kaltim baru tercapai sekitar 50 persen.
“Seharusnya bisa lebih dari 58,3 persen. Jadi masih ada minus sekitar 9 persen yang harus terus kita kejar,” tambah Ismiati. (adv)
Tag



