Di tengah gencarnya razia dan larangan pelajar membawa sepeda motor ke sekolah, kebijakan tersebut juga memunculkan pertanyaan soal kesiapan pemerintah menyediakan alternatif transportasi yang aman dan terjangkau bagi pelajar di Samarinda.
Sebab hingga kini, keterbatasan angkutan umum masih menjadi alasan banyak pelajar tetap menggunakan kendaraan pribadi untuk berangkat ke sekolah.
Dishub Samarinda menyebut secara teknis pemerintah kota sebenarnya telah siap menjalankan layanan transportasi umum.
Master plan hingga studi kelayakan disebut sudah tersedia.
Namun realisasi program masih menunggu kepastian dukungan anggaran pemerintah daerah.
Hotmarulitua Manalu mengatakan skema yang disiapkan menggunakan model buy the service atau pembelian layanan oleh pemerintah kepada operator transportasi.
“Secara teknis kami sudah siap. Master plan sudah ada, studi kelayakan juga sudah ada. Tinggal ketersediaan anggaran,” katanya saat diwawancarai awak Arusbawah.co, Sabtu (9/5/2026).
Menurutnya, penyediaan angkutan umum massal merupakan kewajiban pemerintah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).
Dalam skema tersebut, pemerintah nantinya memberikan subsidi agar tarif tetap terjangkau masyarakat.
Jika sepenuhnya dikelola swasta tanpa subsidi, biaya perjalanan diperkirakan bisa mencapai Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per penumpang sesuai biaya operasional kendaraan.
Namun melalui subsidi pemerintah, tarif dapat ditekan jauh lebih murah.
“Misalnya biaya operasional Rp20 ribu, lalu tarif yang dibayar masyarakat Rp2.500. Selisihnya itulah yang disubsidi pemerintah,” ujarnya.
Dishub juga membuka kemungkinan adanya tarif khusus pelajar dengan nominal lebih murah dibanding penumpang umum.
Menurut Manalu, dibanding menghadirkan angkutan pelajar secara terpisah, pemerintah lebih mempertimbangkan satu sistem angkutan umum massal yang bisa digunakan seluruh masyarakat, termasuk pelajar.
“Kalau angkutan pelajar hanya dipakai pagi dan siang saat pulang sekolah. Tapi kalau angkutan umum massal, pelajar juga bisa memakai dan masyarakat umum tetap bisa memanfaatkan,” jelasnya.
Tag



