Faktor Alam dan Kearifan Lokal
Kepala SPTN Wilayah I TNKM, Hery Gunawan, menambahkan bahwa waktu mekarnya bunga dipengaruhi oleh kondisi tumbuhan inang Tetrastigma, cuaca, gangguan lingkungan, dan siklus hidup bunga dari kopula, knop, perigon hingga antesis (mekar).
Masyarakat Dayak Lundayeh tidak memiliki kearifan lokal khusus untuk Rafflesia, seperti pada burung kuau atau enggang.
Dahulu, bunga ini digunakan sebagai pakan anjing di hutan.
Kini, masyarakat ikut aktif melestarikan bunga langka ini melalui Tim Monitoring Rafflesia dan menggunakan replika Rafflesia sebagai properti dalam tarian tradisional Dayak Lundayeh, sekaligus simbol pelestarian budaya dan alam.
Indikator Ekosistem Hutan yang Sehat
Kehadiran Rafflesia Pricei menandakan fungsi ekologis hutan TNKM masih terjaga.
Bunga ini sensitif terhadap gangguan, sehingga keberadaannya menjadi indikator kesehatan ekosistem.
Upaya masyarakat dan TNKM dalam memantau serta melestarikan bunga ini juga menjadi contoh nyata kolaborasi antara masyarakat lokal dan pengelola taman nasional. (pra)
Tag




