“Ada wisata budaya, alam sampai wisata perkotaan. Namun pengelolaannya memang belum maksimal sehingga belum memberi dampak besar bagi masyarakat sekitar,” ungkap Viktor, Sabtu (23/5/2026).
Pengelolaan Wisata Dinilai Masih Berjalan Sendiri-sendiri
Di balik potensi yang besar, Viktor melihat masih ada persoalan mendasar yang membuat sektor pariwisata Samarinda belum berkembang optimal.
Salah satunya adalah belum terintegrasinya pengelolaan destinasi wisata. Mulai dari promosi, pengembangan fasilitas, hingga penyelenggaraan kegiatan wisata masih berjalan secara terpisah.
Akibatnya, kunjungan wisatawan sering kali hanya meningkat pada momen tertentu dan sulit dipertahankan dalam jangka panjang.
Padahal, keberlanjutan kunjungan wisata menjadi salah satu faktor penting agar masyarakat sekitar destinasi dapat merasakan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
DPRD Samarinda Bentuk Pansus Pengelolaan Wisata
Melihat kondisi tersebut, DPRD Samarinda melalui Komisi II membentuk Panitia Khusus (Pansus) Pemberdayaan dan Pengelolaan Wisata Daerah.
Pansus tersebut bertugas menyusun konsep pengembangan pariwisata yang lebih terarah dan berkelanjutan agar setiap destinasi memiliki arah pengembangan yang jelas.
“Pansus ini fokus bagaimana wisata di Samarinda bisa berkembang dengan dukungan kegiatan dan festival yang rutin sehingga kunjungan wisatawan tidak hanya ramai pada momen tertentu saja,” katanya.




