ARUSBAWAH.CO - Saat matahari mulai tenggelam di Puncak Steling, hamparan Kota Samarinda terlihat begitu memikat dari ketinggian.
Pemandangan itu kini tak hanya menjadi kebanggaan warga lokal, tetapi juga membawa harapan baru bagi perkembangan sektor pariwisata Kota Tepian.
Masuknya Puncak Steling dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2026 dinilai menjadi sinyal positif bahwa destinasi wisata Samarinda mulai mendapat perhatian lebih luas.
Namun di balik pencapaian tersebut, masih ada pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan agar sektor pariwisata benar-benar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan, menilai potensi wisata di Kota Samarinda sebenarnya sangat besar.
Sayangnya, berbagai destinasi yang ada belum dikelola secara maksimal sehingga dampaknya terhadap kesejahteraan warga masih belum optimal.
Samarinda Punya Banyak Destinasi Potensial
Menurut Viktor, Samarinda memiliki kekayaan wisata yang cukup beragam.
Mulai dari wisata budaya, wisata alam, hingga wisata berbasis komunitas yang tumbuh dari kreativitas masyarakat.
Beberapa destinasi yang dinilai memiliki daya tarik kuat antara lain Desa Budaya Pampang yang dikenal dengan budaya Dayaknya, Kampung Ketupat yang menjadi ikon wisata kuliner dan UMKM, wisata susur Sungai Karang Mumus, hingga Puncak Steling yang menawarkan panorama kota dari ketinggian.
Destinasi-destinasi tersebut memiliki karakter yang berbeda dan dapat menjadi alasan wisatawan untuk datang ke Samarinda apabila dikelola secara lebih serius.
Tag



