Arus Publik

Arus Tambang

Produksi Batu Bara RI Pernah Tembus 830 Juta Ton, 664 RKAB Tambang Disetujui Juni 2026, Produksi Nasional Dipangkas Jadi 733 Juta Ton Tahun Ini?

ILUSTRASI - Batu bara. Untuk 2026, pemerintah menargetkan DMO batu bara sebesar 247,9 juta ton, sedikit lebih rendah dibandingkan realisasi DMO 2025 yang mencapai sekitar 254 juta ton/ Pixabay

Produksi Batu Bara Indonesia Naik Sejak 2020

Dalam beberapa tahun terakhir, produksi batu bara Indonesia mengalami peningkatan signifikan.

Pada 2020, produksi nasional berada di angka sekitar 564 juta ton.

Kemudian meningkat menjadi 614 juta ton pada 2021, dan kembali naik menjadi 687 juta ton pada 2022.

Kenaikan berlanjut pada 2023 dengan produksi sekitar 775 juta ton.

Berikut tren produksi batu bara nasional:

  • 2020: 564 juta ton
  • 2021: 614 juta ton
  • 2022: 687 juta ton
  • 2023: 775 juta ton
  • 2024: sekitar 830–836 juta ton
  • 2025: sekitar 790 juta ton

2024 Jadi Rekor Tertinggi Produksi Batu Bara

Tahun 2024 menjadi salah satu periode terbaik bagi industri batu bara Indonesia.

Produksi nasional berhasil menembus sekitar 830 juta ton, bahkan sejumlah catatan energi menyebut berada di kisaran 836 juta ton.

Lonjakan tersebut didorong oleh tingginya permintaan pasar ekspor serta kebutuhan energi global.

Namun setelah mencapai titik tertinggi tersebut, pemerintah mulai melakukan evaluasi agar produksi tidak hanya mengejar volume, tetapi tetap mempertimbangkan keberlanjutan industri.

664 RKAB Tambang Sudah Disetujui untuk 2026

Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM mencatat hingga 12 Juni 2026, sebanyak 664 RKAB perusahaan tambang telah mendapatkan persetujuan.

RKAB menjadi dasar bagi perusahaan untuk menjalankan kegiatan operasional tambang.

Dokumen tersebut mencakup berbagai rencana, mulai dari:

Tag

MORE