Arus Publik

Diskusi Publik Arusbawah.co

PROBEBAYA 2023 dalam Angka: 51,6 Km Jalan Dilaporkan Terealisasi, 28.233 Sembako Dibagikan (Part 2)

Sabtu, 14 Februari 2026 11:58

FLYER - Flyer Diskusi Publik Probebaya Tanpa AH, Bisa?/ Flyer oleh Arusbawah.co

Pola Distribusi: Infrastruktur Naik, Pelatihan Lebih Selektif

Jika dibandingkan dengan total panjang jalan, PROBEBAYA 2023 menunjukkan fokus yang relatif kuat pada infrastruktur lingkungan berbasis RT.

Namun, angka pelatihan yang berada di kisaran 4.433 peserta mengindikasikan pendekatan peningkatan kapasitas yang lebih selektif dibanding intervensi fisik dan bantuan sosial.

Variasi capaian antar kecamatan memperlihatkan perbedaan kebutuhan dan skala intervensi di masing-masing wilayah.

Diskusi Publik Probebaya Tanpa AH, Bisa? 

Media online Arusbawah.co menginisiasi Diskusi Publik bertajuk Keberlanjutan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya).

Kegiatan ini akan digelar pada Minggu, 15 Februari 2026, pukul 12.30–16.00 WITA di Samarinda.

Direktur PT Suara Arusbawah, Yakub Anani, menegaskan forum ini bukan untuk menyerang kebijakan, melainkan memastikan arah program tetap berpihak kepada warga.

Probebaya ini sudah menyentuh level paling bawah, RT. Justru karena dampaknya langsung ke masyarakat, kita perlu memastikan program ini tidak berhenti di tengah jalan atau berubah arah tanpa evaluasi yang matang,” ujarnya.

Probebaya: Dari Partisipasi ke Tantangan Keberlanjutan

Probebaya yang berjalan sejak 2021 dirancang dengan prinsip transparansi, partisipasi, akuntabilitas, dan keberlanjutan.

Warga RT dilibatkan mulai dari perencanaan hingga pengawasan kegiatan.

Dalam perkembangannya, program ini telah menjangkau hampir seluruh RT di Samarinda. Namun menurut Yakub, capaian administratif belum tentu menjawab tantangan substantif.

Ada empat pertanyaan utama yang akan menjadi fokus diskusi:

  1. Apakah Probebaya akan tetap dilanjutkan oleh kepemimpinan Samarinda berikutnya?
  2. Sejauh mana figur-figur potensial memahami konsep dan filosofi Probebaya?
  3. Jika dilanjutkan, modifikasi apa yang perlu dilakukan?
  4. Jika dihentikan, adakah program alternatif yang lebih efektif bagi masyarakat RT?

“Jangan sampai program yang sudah berjalan ini hanya bergantung pada figur. Harus ada desain kebijakan yang kuat, supaya siapa pun pemimpinnya, arah pemberdayaan masyarakat tetap jelas,” tegasnya.

Diskusi ini diharapkan menjadi ruang evaluasi terbuka, sekaligus memastikan program berbasis RT tersebut tidak sekadar menjadi proyek tahunan, tetapi kebijakan berkelanjutan yang terukur dampaknya.

Hingga H-1 kegiatan, beberapa narasumber yang sudah memberikan konfirmasi kehadiran ada 6 orang. 

Mereka adalah Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, Ketua DPC Partai Gerindra Samarinda, Helmi Abdullah, Ketua DPC PDI Perjuangan Samarinda Iswandi, dan Ketua DPD PKS Samarinda, Ismail Latisi. 

Selain itu, juga akan dihadiri oleh Koordinator Pokja 30 Buyung Marajo, serta Akademisi Universitas Mulawarman, Saiful Bahtiar. (pra)

 

 

Tag

MORE