ARUSBAWAH.CO - Realisasi Program Pemberdayaan Berbasis RT (PROBEBAYA) tahun 2023 di Samarinda mencatat pembangunan jalan sepanjang 51.680,5 meter atau setara 51,68 kilometer.
Selain infrastruktur, program ini juga merealisasikan 12.807 bantuan anak sekolah, 28.233 paket sembako, serta 4.433 warga mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas.
Data diolah redaksi Arusbawah.co berdasarkan rekap tahunan yang diterima dari Pemkot Samarinda.
Total Realisasi PROBEBAYA 2023
Secara akumulatif, capaian PROBEBAYA 2023 meliputi:
- Panjang jalan terealisasi: 51.680,5 meter
- Bantuan anak sekolah: 12.807 paket/orang
- Bantuan sembako: 28.233 paket
- Peserta pelatihan: 4.433 orang
Distribusi program tersebar di 10 kecamatan dengan variasi capaian yang cukup signifikan.
Infrastruktur Jalan: Sungai Pinang Tertinggi
Realisasi pembangunan jalan tertinggi tercatat di Kecamatan Sungai Pinang dengan 8.337,2 meter.
Disusul:
- Kecamatan Palaran: 6.988,5 meter
- Kecamatan Samarinda Ulu: 6.341,9 meter
- Kecamatan Samarinda Utara: 6.070,5 meter
- Kecamatan Samarinda Ilir: 6.009,1 meter
Sementara realisasi terendah berada di Kecamatan Sambutan sebesar 2.632,5 meter.
Bantuan Anak Sekolah: Sungai Kunjang Dominan
Untuk bantuan anak sekolah, Kecamatan Sungai Kunjang mencatat angka tertinggi dengan 3.356 penerima.
Di bawahnya:
- Kecamatan Samarinda Ulu: 2.137 penerima
- Kecamatan Samarinda Ilir: 1.979 penerima
- Kecamatan Samarinda Utara: 1.788 penerima
- Kecamatan Samarinda Kota menjadi yang terendah dengan 497 penerima.
Distribusi Sembako: Sungai Kunjang dan Samarinda Ulu Teratas
Distribusi sembako terbanyak juga berada di Kecamatan Sungai Kunjang sebanyak 6.907 paket.
Diikuti:
- Kecamatan Samarinda Ulu: 4.573 paket
- Kecamatan Samarinda Ilir: 4.299 paket
- Kecamatan Samarinda Utara: 4.136 paket
- Sementara Kecamatan Samarinda Kota mencatat distribusi terendah dengan 606 paket.
Pelatihan: Samarinda Ulu Paling Tinggi
Pada sektor peningkatan kapasitas masyarakat, Kecamatan Samarinda Ulu mencatat peserta pelatihan terbanyak, yakni 874 orang.
Berikutnya:
- Kecamatan Sungai Kunjang: 766 orang
- Kecamatan Samarinda Utara: 744 orang
- Kecamatan Samarinda Ilir: 472 orang
- Kecamatan Samarinda Kota menjadi yang terendah dengan 210 peserta.
Sebaran Per Kecamatan PROBEBAYA 2023
Berikut ringkasan realisasi PROBEBAYA 2023 di 10 kecamatan di Samarinda:
1. Kecamatan Palaran
Jalan: 6.988,5 m | Anak Sekolah: 627 | Sembako: 1.149 | Pelatihan: 429
2. Kecamatan Samarinda Ilir
Jalan: 6.009,1 m | Anak Sekolah: 1.979 | Sembako: 4.299 | Pelatihan: 472
3. Kecamatan Samarinda Kota
Jalan: 3.194,2 m | Anak Sekolah: 497 | Sembako: 606 | Pelatihan: 210
4. Kecamatan Sambutan
Jalan: 2.632,5 m | Anak Sekolah: 714 | Sembako: 1.284 | Pelatihan: 223
5. Kecamatan Samarinda Seberang
Jalan: 3.013,3 m | Anak Sekolah: 684 | Sembako: 3.105 | Pelatihan: 216
6. Kecamatan Loa Janan Ilir
Jalan: 3.972 m | Anak Sekolah: 470 | Sembako: 1.602 | Pelatihan: 214
7. Kecamatan Sungai Kunjang
Jalan: 5.121,3 m | Anak Sekolah: 3.356 | Sembako: 6.907 | Pelatihan: 766
8. Kecamatan Samarinda Ulu
Jalan: 6.341,9 m | Anak Sekolah: 2.137 | Sembako: 4.573 | Pelatihan: 874
9. Kecamatan Samarinda Utara
Jalan: 6.070,5 m | Anak Sekolah: 1.788 | Sembako: 4.136 | Pelatihan: 744
10. Kecamatan Sungai Pinang
Jalan: 8.337,2 m | Anak Sekolah: 555 | Sembako: 572 | Pelatihan: 285
Pola Distribusi: Infrastruktur Naik, Pelatihan Lebih Selektif
Jika dibandingkan dengan total panjang jalan, PROBEBAYA 2023 menunjukkan fokus yang relatif kuat pada infrastruktur lingkungan berbasis RT.
Namun, angka pelatihan yang berada di kisaran 4.433 peserta mengindikasikan pendekatan peningkatan kapasitas yang lebih selektif dibanding intervensi fisik dan bantuan sosial.
Variasi capaian antar kecamatan memperlihatkan perbedaan kebutuhan dan skala intervensi di masing-masing wilayah.
Diskusi Publik Probebaya Tanpa AH, Bisa?
Media online Arusbawah.co menginisiasi Diskusi Publik bertajuk Keberlanjutan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya).
Kegiatan ini akan digelar pada Minggu, 15 Februari 2026, pukul 12.30–16.00 WITA di Samarinda.
Direktur PT Suara Arusbawah, Yakub Anani, menegaskan forum ini bukan untuk menyerang kebijakan, melainkan memastikan arah program tetap berpihak kepada warga.
“Probebaya ini sudah menyentuh level paling bawah, RT. Justru karena dampaknya langsung ke masyarakat, kita perlu memastikan program ini tidak berhenti di tengah jalan atau berubah arah tanpa evaluasi yang matang,” ujarnya.
Probebaya: Dari Partisipasi ke Tantangan Keberlanjutan
Probebaya yang berjalan sejak 2021 dirancang dengan prinsip transparansi, partisipasi, akuntabilitas, dan keberlanjutan.
Warga RT dilibatkan mulai dari perencanaan hingga pengawasan kegiatan.
Dalam perkembangannya, program ini telah menjangkau hampir seluruh RT di Samarinda. Namun menurut Yakub, capaian administratif belum tentu menjawab tantangan substantif.
Ada empat pertanyaan utama yang akan menjadi fokus diskusi:
- Apakah Probebaya akan tetap dilanjutkan oleh kepemimpinan Samarinda berikutnya?
- Sejauh mana figur-figur potensial memahami konsep dan filosofi Probebaya?
- Jika dilanjutkan, modifikasi apa yang perlu dilakukan?
- Jika dihentikan, adakah program alternatif yang lebih efektif bagi masyarakat RT?
“Jangan sampai program yang sudah berjalan ini hanya bergantung pada figur. Harus ada desain kebijakan yang kuat, supaya siapa pun pemimpinnya, arah pemberdayaan masyarakat tetap jelas,” tegasnya.
Diskusi ini diharapkan menjadi ruang evaluasi terbuka, sekaligus memastikan program berbasis RT tersebut tidak sekadar menjadi proyek tahunan, tetapi kebijakan berkelanjutan yang terukur dampaknya.
Hingga H-1 kegiatan, beberapa narasumber yang sudah memberikan konfirmasi kehadiran ada 6 orang.
Mereka adalah Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, Ketua DPC Partai Gerindra Samarinda, Helmi Abdullah, Ketua DPC PDI Perjuangan Samarinda Iswandi, dan Ketua DPD PKS Samarinda, Ismail Latisi.
Selain itu, juga akan dihadiri oleh Koordinator Pokja 30 Buyung Marajo, serta Akademisi Universitas Mulawarman, Saiful Bahtiar. (pra)




