2016 – awal 2017: Popi menjalani masa karantina di klinik sebelum ditempatkan di playground bayi orangutan BORA untuk belajar berinteraksi dengan sesama.
Sekolah Hutan (Forest School)
2017 – awal 2025: Popi mulai belajar memanjat, mencari makan, dan membuat sarang di Sekolah Hutan KHDTK Labanan, Kecamatan Kelay, Berau.
Juni 2017: Popi, yang kala itu baru berusia 11 bulan, sudah mampu memanjat hingga 30 meter.
Maret 2018: Ia mulai belajar bersosialisasi dengan orangutan lain di kandang sosial, termasuk dengan Septi, betina dewasa yang berperan sebagai “ibu asuh”.
Selama sembilan tahun di sekolah hutan, Popi menunjukkan perkembangan signifikan dan akhirnya dinyatakan siap dilepasliarkan.
Pulau Pra-Pelepasliaran
26 April – 10 Juli 2025: Popi menjalani habituasi di Pulau Bawan, Kampung Merasa, Berau, selama tiga bulan.
Setelah tahap itu, ia dikarantina di fasilitas BORA Tasuk sebelum pelepasliaran.
Kembali ke Alam
10 Agustus 2025: Popi dilepasliarkan di Hutan Lindung Gunung Batu Mesangat, Kutai Timur.
Proses pelepasliaran berjalan lancar. Popi langsung menunjukkan kemampuan adaptasi dan mulai menjelajah hutan.




