Arus Publik

Perumda Tirta Kencana Samarinda

Pipa Bocor di Gunung Lingai Sempat Ganggu Distribusi Air, Perumdam Tirta Kencana Siapkan Penggantian Pipa Baru

Kamis, 23 April 2026 18:2

BOCOR - Pipa milik Perumdam Tirta Kencana di wilayah Gunung Lingai, Samarinda, yang mengalami kebocoran/ISTIMEWA

ARUSBAWAH.CO -  Gangguan distribusi air bersih sempat dirasakan warga di kawasan Gunung Lingai, Samarinda, akibat insiden pipa bocor yang terjadi pada Senin, 20 April 2026.

Perusahaan Umum Daerah (Perumdam) Tirta Kencana Samarinda pun angkat bicara, menyampaikan permohonan maaf sekaligus memastikan langkah penanganan dan rencana peremajaan jaringan ke depan.

Perwakilan Humas Perumdam Tirta Kencana, Taufik, menjelaskan kebocoran pipa tersebut berdampak pada terhentinya aliran air ke sejumlah pelanggan.

Hal itu terjadi karena pihaknya harus melakukan penghentian sementara distribusi guna mempercepat proses perbaikan di lapangan.

“Pada saat kejadian pipa pecah, kami memang melakukan stop aliran agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan maksimal. Kami mohon maaf kepada warga, khususnya di Gunung Lingai, yang terdampak hingga sempat tidak mendapatkan air bersih,” ujarnya saat dikonfirmasi Rabu, (22/4/2026).

Ia menegaskan, kondisi tersebut berbeda dengan kegiatan pengurasan jaringan yang biasanya telah dijadwalkan dan diumumkan kepada masyarakat jauh hari sebelumnya.

“Kalau pengurasan itu terjadwal, jadi kami pasti informasikan sebelumnya. Tapi kalau pipa pecah, ini sifatnya insidental, tidak bisa diprediksi, sehingga kami tidak sempat melakukan pemberitahuan lebih awal,” jelasnya.

Setelah proses perbaikan dilakukan, Perumdam memastikan distribusi air kini telah kembali berjalan.

Meski begitu, tekanan air di sejumlah titik masih belum sepenuhnya normal.

“Aliran air sudah kembali masuk ke pelanggan, namun untuk debitnya memang belum sepenuhnya stabil. Biasanya butuh waktu satu hingga dua hari sampai tekanan kembali normal, karena pipa sebelumnya dalam kondisi kosong saat perbaikan,” terangnya.

Lebih lanjut, pihak Perumdam mengungkapkan bahwa penyebab pipa bocor tidak hanya berasal dari satu faktor.

Selain usia pipa yang sudah tua, tekanan air yang meningkat secara signifikan juga dapat memicu kerusakan.

Di sisi lain, kondisi lingkungan sekitar, seperti pergeseran tanah atau getaran di area jalan dan jembatan, turut berkontribusi terhadap risiko pecahnya pipa.

“Faktor penyebabnya cukup kompleks. Bisa karena usia pipa, tekanan air yang tinggi, hingga pergerakan tanah di sekitar jalur pipa, apalagi jika berada di pinggir jalan atau dekat jembatan,” paparnya.

Menanggapi kejadian tersebut, Perumdam Tirta Kencana menegaskan bahwa langkah pencegahan terus dilakukan, meskipun insiden pipa bocor diakui sebagai bagian dari risiko dalam pengelolaan jaringan air bersih.

“Sudah kami sikapi untuk kebocoran, ini masalah insiden, sebuah fenomena memang ada di PDAM. Tapi kami menanggapinya secara tepat," jelas Taufik.

Sebagai upaya jangka panjang, Perumdam kini mulai memetakan sejumlah titik jaringan yang menggunakan pipa lama untuk dilakukan penggantian secara bertahap dengan pipa baru.

Program ini disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang dimiliki perusahaan daerah tersebut.

“Memang ada sejumlah pipa yang sudah berumur dan perlu diganti. Kami sudah melakukan evaluasi dan akan mengganti pipa-pipa tua secara bertahap dengan pipa baru, agar distribusi air ke masyarakat bisa lebih optimal dan risiko kebocoran dapat diminimalkan,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa proses peremajaan jaringan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sehingga pelaksanaannya harus dilakukan secara bertahap dan terencana.

“Mengingat kondisi saat ini juga soal anggaran dan tidak sedikit ya untuk pipa yang ada di Perumdam yang kami harus perbaiki. Kita ikuti bertahap dan berupaya mengganti perlahan," ujarnya.

Dengan adanya langkah tersebut, Perumdam Tirta Kencana berharap kualitas layanan air bersih di Kota Samarinda dapat terus meningkat, sekaligus meminimalisasi gangguan distribusi yang dapat merugikan masyarakat di kemudian hari. (sobizz/raf)

 

Tag

MORE