Kutai Kartanegara mencatat 79 kejadian dengan 16 banjir, tujuh longsor, satu abrasi, satu cuaca ekstrem, lima karhutla, 37 kebakaran permukiman, dan 12 kasus lain.
Kutai Barat dan Kutai Timur Sama Tinggi
Kutai Barat dan Kutai Timur sama-sama mencatat 99 kejadian.
Kubar mencatat 74 banjir, dua longsor, cinco karhutla, 16 kebakaran permukiman, dan dua kejadian lain.
Kutim mencatat 37 banjir, dua longsor, empat karhutla, 31 gempa bumi, 20 kebakaran permukiman, dan empat kejadian lain.
Paser, PPU, dan Mahakam Ulu
Paser dengan 34 kasus terdiri atas 11 banjir, satu longsor, satu cuaca ekstrem, empat karhutla, 16 kebakaran permukiman, dan satu kejadian lain.
Penajam Paser Utara mencatat 48 kasus tercatat 21 banjir, empat longsor, enam cuaca ekstrem, cinco karhutla, one gempa bumi, 10 kebakaran permukiman, dan satu kejadian lain.
Mahakam Ulu menjadi daerah dengan kejadian paling sedikit, yakni 16 kasus dengan empat banjir, tiga longsor, dua kekeringan, satu cuaca ekstrem, tiga kebakaran pemukiman, dan tiga kejadian lain.
Bagaimana Antisipasi Pemerintah Provinsi Kaltim Hadapi Bencana 2025?
APBD Digelontorkan Rp 10 Miliar untuk Kesiapsiagaan
Di tengah tingginya intensitas bencana, Koordinator Pusdalops BPBD Kaltim, Cahyo Kristanto, mengatakan Pemprov Kaltim mengalokasikan lebih dari Rp 10 miliar pada 2025 untuk kesiapsiagaan dan penanganan darurat.
Anggaran itu digunakan untuk peralatan, logistik, operasional posko, serta penguatan kapasitas kabupaten/kota.
“Anggarannya sekitar Rp 10 miliar lebih untuk kesiapsiagaan dan kedaruratan. Itu digunakan untuk memastikan peralatan siap, posko siaga berjalan, dan daerah tidak kekurangan logistik dasar saat bencana,” ujarnya pada, Senin.
Distribusi Alat Penanggulangan Bencana (APB)
Tag



