Salah satu fokusnya adalah distribusi Alat Penanggulangan Bencana ke seluruh kabupaten/kota, mulai dari perahu karet, motor tempel, rompi pelampung, tenda darurat, alat komunikasi, mesin pompa air, hingga perlengkapan medis ringan.
“APB kebencanaan ini sudah kami distribusikan ke seluruh kabupaten dan kota. Totalnya lengkap mulai dari perahu karet, tenda, sampai perlengkapan kedaruratan lain yang digunakan saat banjir maupun kebakaran hutan dan lahan,” kata Cahyo.
Penguatan Jalur Evakuasi dan Peralatan Baru
BPBD juga memperkuat jalur evakuasi, pemetaan titik aman, hingga memastikan marka dan akses evakuasi tidak terputus.
Sejak 2023, ribuan perlengkapan logistik termasuk foldable bed, tower light, dan tenda multifungsi telah dikirim ke kabupaten/kota.
Pada 2025, BPBD menambah 14 ekskavator untuk normalisasi drainase, 139 perahu tambahan, serta enam speedboat menghadapi ancaman banjir besar.
Meski begitu, Cahyo mengingatkan bahwa kesiapan alat tetap memiliki batas.
“Setidak-tidaknya langkah antisipasi sudah kita lakukan. Kalau melihat Sumatera, apa pun alatnya mungkin tetap tidak akan cukup, tapi kita pastikan masyarakat menerima informasi peringatan dini dan evakuasi tepat waktu,” ungkapnya.
Cahyo juga menyoroti tantangan evakuasi di Samarinda dan Balikpapan.
Banyak warga memilih tinggal di rumah kerabat atau menyewa hotel ketimbang di posko, sehingga pendataan menjadi lebih sulit.
Ada pula warga yang enggan dievakuasi meski air sudah naik.
“Ada yang bilang ‘Nanti saja Pak, airnya pasti surut,’ padahal di hulu sudah naik. Kami harus meyakinkan mereka supaya mau dievakuasi,” pungkasnya.
(wan)
- Anggaran Pariwisata Kaltim Dipangkas Rp20 Miliar dari Rp38 Miliar, Strategi Bertahan Ala Ririn Sari Dewi di Tengah Pemotongan TKD
- Tolak Pemangkasan DBH, Warga Kaltim Sampaikan Tuntutan ke DPR RI
- Via Zoom di IKIP PGRI, Hetifah Bahas soal Budaya Patriarki hingga Fenomena Rape Culture yang Jadi Mimpi Buruk Perguruan Tinggi
Tag




