Dengan demikian, kapasitas produksi air bersih diharapkan meningkat tanpa harus mengeluarkan investasi besar untuk pembangunan IPA baru.
Meski tidak membangun IPA baru, Perumdam memastikan pengembangan layanan kepada masyarakat tetap berjalan. Salah satunya melalui pembangunan jaringan perpipaan yang tetap dianggarkan pada tahun ini.
"Kalau penambahan pipa di tahun ini ada," ucapnya.
Kaharuddin juga menepis anggapan bahwa pembangunan jaringan perpipaan sepenuhnya bergantung pada bantuan pemerintah.
Menurutnya, Perumdam setiap tahun tetap mengalokasikan anggaran internal untuk memperluas jaringan distribusi dan menambah sambungan pelanggan.
"Setiap tahun kita ada. Kita susun target sekian panjang pipa. Jadi kita enggak mungkin hanya mengharapkan dari pemerintah semua," tegasnya.
Selain mengoptimalkan IPA, perusahaan juga tengah menggenjot pengembangan jaringan di sejumlah wilayah, khususnya Kecamatan Palaran.
Kawasan tersebut menjadi prioritas karena masih terdapat masyarakat yang belum menikmati layanan air bersih perpipaan.
"Palaran tahun ini kita upayakan tuntaskan. Ada bantuan dari pemerintah pusat. Dari kota juga ada, dari provinsi juga ada. Jadi hampir 70 persen bantuan yang masuk tahun ini Palaran semua," ungkap Kaharuddin.
Tag



