Menurut Dasmiah, ketentuan tersebut menjadi dasar dilakukannya penyesuaian rincian kegiatan pada tahap pelaksanaan program tanpa mengubah tujuan utama hibah yang telah disetujui pemerintah daerah.
"Yang berubah adalah rincian pelaksanaan kegiatan dan kebutuhan anggarannya. Sementara tujuan hibah tetap untuk mendukung pembinaan, pengembangan kualitas kafilah, serta pelaksanaan program-program LPTQ Kalimantan Timur," ujarnya.
STQH Nasional dan Studi Peradaban Dunia
Salah satu yang menjadi perhatian adalah munculnya kegiatan Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) Nasional dalam dokumen pencairan hibah, padahal kegiatan tersebut tidak disebut secara spesifik dalam proposal awal.
Menanggapi hal itu, Dasmiah menjelaskan bahwa kegiatan STQH Nasional sejatinya merupakan bagian dari program penyelenggaraan MTQ yang kemudian dirinci secara terpisah pada tahap pelaksanaan.
Menurutnya, pemisahan tersebut dilakukan agar kebutuhan anggaran lebih terukur dan mudah dipertanggungjawabkan.
Kegiatan STQH Nasional dianggarkan sebesar Rp1,37 miliar dan digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional seperti alat tulis kantor, spanduk, seragam, konsumsi hingga perjalanan dinas peserta dan panitia.
Selain itu, terdapat pula kegiatan Studi Peradaban Dunia yang dialokasikan sebesar Rp2,5 miliar dan direalisasikan dalam bentuk kunjungan pembelajaran ke pusat-pusat peradaban Islam di Timur Tengah.
Program tersebut diikuti peserta, pelatih, pengurus dan unsur sekretariat LPTQ dengan jumlah peserta sebanyak 50 orang.
Dasmiah menjelaskan kegiatan itu merupakan bagian dari pembinaan lanjutan yang bertujuan meningkatkan wawasan, pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai sejarah perkembangan peradaban Islam.
"Pembinaan yang sebelumnya hanya berupa teori secara lisan dan tulisan dilanjutkan dengan pengamatan dan mempelajari secara langsung peradaban dunia Islam khususnya di Timur Tengah wilayah perkembangan dan sejarah kemajuan Islam," jelasnya.
Adapun pihak peserta yang mengikuti program Studi Peradaban Dunia merupakan qori, qoriah, pelatih, dan unsur pendukung yang telah mengharumkan nama Kalimantan Timur pada ajang Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis Nasional (STQHN).
Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi dan penghargaan kepada para peserta yang berhasil meraih prestasi bagi daerah.
"Perjalanan studi peradaban dunia ini juga merupakan bentuk reward atau penghargaan kepada para peserta STQHN yang berhasil meraih juara. Kalau di dunia olahraga KONI memberikan penghargaan kepada atlet berprestasi, maka di LPTQ penghargaan diberikan kepada qori dan qoriah yang telah membawa nama baik Kalimantan Timur melalui prestasi mereka," ujar Dasmiah.
Ia menjelaskan peserta yang memperoleh penghargaan tersebut merupakan para peraih prestasi mulai dari juara pertama hingga harapan tiga pada ajang STQHN.
Tag



