Arus Publik

Peran Media Dipertanyakan, YMH Nilai Pers Kaltim Belum Maksimal Kawal Transisi Energi Berkeadilan

Jumat, 24 April 2026 23:0

DISKUSI – 13 Jurnalis dari berbagai media mengikuti FGD terkait transisi energi berkeadilan di salah satu coffee shop di Samarinda/Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Peran media dan pers dalam isu transisi energi kembali dipertanyakan.

Dalam sebuah diskusi di Samarinda pada, Kamis (23/4/2026), Yayasan Mitra Hijau (YMH) menilai media dan pers di Kaltim belum sepenuhnya menjalankan fungsi pengawasan dalam mendorong kebijakan energi yang adil.

FGD di Samarinda Soroti Peran Media dalam Transisi Energi

Forum diskusi kelompok terarah atau FGD itu digelar di salah satu coffee shop di kota Samarinda.

Sejumlah wartawan dihadirkan dengan Dicky Edwin Hindarto dari YMH menjadi salah satu pembicara.

Memulai diskusi, Dicky menyebut, transisi energi berkeadilan atau Just Energy Transition (JET) tak bisa dipandang sekadar isu teknis.

Kata dia, dampaknya langsung ke masyarakat.

Dari akses energi, perubahan ekonomi lokal, sampai ke isu lingkungan.

Masalahnya, kata dia, isu ini belum benar-benar dipahami masyarakat Kaltim.

Bahkan di level media, masih ada kendala yang belum beres.

“Bukan cuma masyarakat yang belum paham. Media juga masih terbatas, mulai dari akses data sampai kemampuan mengolah isu yang kompleks,” ujar Dicky.

Keterbatasan Media dan Tantangan Akses Data

Yayasan Mitra Hijau sendiri bukan pemain baru.

Lembaga itu sudah bergerak sejak 2013, fokus pada isu perubahan iklim dan pembangunan rendah karbon.

Mereka kerap bekerja sama dengan lembaga internasional, pemerintah, dan sektor swasta dalam berbagai program keberlanjutan.

FGD itu menjadi bagian dari upaya mereka mendorong kebijakan yang lebih terbuka dan responsif.

Tag

MORE