Dari hasil penelitian yang dilakukan dan dipublish pada jurnal berjudul "ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PROVINSI DI PULAU JAWA DAN PULAU KALIMANTAN TAHUN ANGGARAN 2024" itu, ada beberapa faktor yang membuat provinsi di Kalimantan sulit lepas dari ketergantungan pada pusat, di antaranya:
- Perekonomian masih didominasi sektor primer (pertambangan dan perkebunan).
- PAD relatif rendah karena basis pajak daerah kecil.
Infrastruktur dan urbanisasi tertinggal dibanding Jawa.Sementara itu, provinsi di Jawa memiliki basis ekonomi yang lebih beragam, sektor jasa dan industri yang kuat, serta PAD tinggi dari pajak daerah dan retribusi.
Rekomendasi untuk Kalimantan
Untuk memperkuat kemandirian fiskal, peneliti merekomendasikan:
- Intensifikasi dan ekstensifikasi PAD melalui optimalisasi pajak dan retribusi daerah.
- Diversifikasi ekonomi lokal agar tidak hanya bergantung pada sumber daya alam mentah.
- Pengelolaan aset daerah yang lebih produktif dan mendorong investasi swasta.
- Perbaikan tata kelola pemerintahan daerah untuk meningkatkan kepercayaan investor.
Kesenjangan fiskal antara Jawa dan Kalimantan masih lebar. Selama Kalimantan belum mampu meningkatkan PAD secara signifikan, ketergantungan terhadap dana pusat akan terus tinggi.
Upaya perbaikan membutuhkan strategi jangka panjang, mulai dari penguatan sektor ekonomi lokal hingga reformasi tata kelola keuangan daerah. (pra)
Sumber: Jurnal ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PROVINSI DI PULAU JAWA DAN PULAU KALIMANTAN TAHUN ANGGARAN 2024 oleh Naning Setiani dan Aris Eddy Sarwono (Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Indonesia)
Tag




